Penggalih, Paras Ayuning (2026) Stabilitas dan Ketahanan Warna Antosianin Rosella pada Kain melalui Enkapsulasi Kalsium Alginat-Kitosan dengan Variasi Mordan. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
01. Cover.pdf Download (152kB) |
|
|
Text
03. Halaman Pengesahan.pdf Download (171kB) |
|
|
Text
05. Daftar Isi.pdf Download (226kB) |
|
|
Text
10. Abstrak.pdf Download (188kB) |
|
|
Text
11. Abstract.pdf Download (161kB) |
|
|
Text
12. BaB 1. Pendahuluan.pdf Download (235kB) |
|
|
Text
16. Penutup.pdf Download (226kB) |
Abstract
Antosianin rosella (Hibiscus sabdariffa L.) berpotensi sebagai pewarna
tekstil alami, namun stabilitasnya rendah terhadap suhu, pencucian, dan paparan
ultraviolet sehingga membatasi aplikasinya. Penelitian ini bertujuan meningkatkan
stabilitas antosianin melalui enkapsulasi dalam beads kalsium alginat–kitosan (CaAlg-Cts) serta mengevaluasi pengaruh variasi mordan terhadap intensitas dan
ketahanan warna pada kain mori.
Penelitian ini dibagi dalam empat tahapan utama: 1. ekstraksi dilakukan
dalam 3 tahap kondisi bahan awal (rosella segar, rosella kering komersial, rosella
hasil pengeringan oven 50°C) yang dilakukan dengan sistem ultrasonic-assisted
extraction (UAE) dan dikarakterisasi menggunakan UV–Vis dan FTIR, 2.
Enkapsulasi yang dilakukan melalui pembentukan beads Ca-Alg-Cts dengan
variasi tiga volume adsorbat, 3. Stabilitas beads yang diuji menggunakan siklus
suhu berulang dan stabilitas suhu, 4. aplikasi tekstil yang dilakukan menggunakan
metode meta-mordan (kitosan, gambir, tawas, kitosan–gambir, kitosan–tawas) dan
pengujian ketahanan terhadap pencucian, keringat asam, keringat basa, dan paparan
ultraviolet.
Berdasarkan hasil ekstraksi didapatkan total anthocyanin content (TAC)
pada masing-masing ekstrak rosella adalah rosella segar 127,33 mg/L, kering
komersial 427,24 mg/L, hasil pengeringan oven 50°C 911,40 mg/L. Efisiensi
enkapsulasi (%EE) terbaik didapatkan pada variasi volume 4 mL yaitu 98,64%.
Pada uji siklus suhu, sistem terenkapsulasi mempertahankan retensi hingga 97,33%,
sedangkan non-enkapsulasi menurun hingga 67,66%. Pada uji stabilitas suhu 40°C,
penurunan konsentrasi sistem terenkapsulasi hanya 2,13%, jauh lebih rendah
dibanding non-enkapsulasi sebesar 10,87%. Dalam aplikasi tekstil, kombinasi
mordan kitosan–tawas pada sistem terenkapsulasi memberikan performa terbaik
secara keseluruhan, ditunjukkan oleh retensi warna tertinggi pada uji pencucian
sebesar 43,08%, nilai ΔE rendah pada uji pencucian (0,9), keringat asam (0,8),
keringat basa (1,8), dan ultraviolet (2,18), serta nilai grey scale berkisar 4–5 yang
menunjukkan ketahanan warna baik hingga sangat baik. Hasil ini menunjukkan
bahwa enkapsulasi Ca-Alg-Cts dengan mordan kitosan–tawas efektif
meningkatkan stabilitas dan performa pewarnaan antosianin rosella pada kain mori.
Kata kunci: antosianin rosella, enkapsulasi, kalsium alginat–kitosan, mordan,
stabilitas warna, pewarna tekstil alami.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 10 Apr 2026 09:35 |
| Last Modified: | 10 Apr 2026 09:35 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/48947 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
