Shabah, Nada and Fitriyah, Fitriyah (2026) STRATEGI MODALITAS PEREMPUAN MUDA DALAM BERKONTESTASI DI PEMILU LEGISLATIF KOTA SEMARANG 2024 (STUDI KASUS DINDA ARI AYU ISNANI SEBAGAI DPRD KOTA SEMARANG TERPILIH). Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Nada Shabah_14010122130092_Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (652kB) |
|
|
Text
Nada Shabah_14010122130092_BAB I.pdf - Submitted Version Download (352kB) |
|
|
Text
Nada Shabah_14010122130092_BAB II.pdf - Submitted Version Download (212kB) |
|
|
Text
Nada Shabah_14010122130092_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (261kB) |
|
|
Text
Nada Shabah_14010122130092_BAB IV.pdf - Submitted Version Download (116kB) |
|
|
Text
Nada Shabah_14010122130092_DAFPUS.pdf - Submitted Version Download (145kB) |
|
|
Text
Nada Shabah_14010122130092_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Modalitas merupakan sumber daya yang dimiliki dan dikelola aktor politik untuk
memperoleh dan mempertahankan kekuasaan dalam suatu kontestasi. Dalam pemilu
legislatif, modalitas politik, sosial, dan ekonomi menjadi faktor penting yang
memengaruhi keberhasilan kandidat, termasuk perempuan muda yang kerap
menghadapi hambatan struktural dalam arena politik. Di sisi lain, keterwakilan
perempuan di Indonesia didorong melalui kebijakan affirmative action dengan
kuota minimal 30% perempuan dalam pencalonan legislatif. Namun, pemenuhan
kuota secara administratif tidak otomatis menjamin keberhasilan elektoral.
Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi modalitas yang digunakan Dinda Ari
Ayu Isnani dalam memenangkan Pemilu Legislatif DPRD Kota Semarang Tahun
2024. Sebagai perempuan muda berusia 24 tahun dan pendatang baru dalam politik,
Dinda berhasil memperoleh satu kursi DPRD Kota Semarang. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh
melalui wawancara mendalam dengan kandidat, tim pemenangan, serta pemilih, dan
didukung studi dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan kerangka modalitas
politik, sosial, dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemenangan
Dinda merupakan hasil pengelolaan modalitas yang saling berkelindan. Modal
sosial berperan dalam membangun kepercayaan pemilih melalui jaringan keluarga
dan kerja tim pemenangan. Modal politik tampak dari dukungan partai dan
kemudahan akses pencalonan, sementara modal ekonomi berfungsi sebagai
pendukung operasional kampanye. Temuan juga memperlihatkan bahwa affirmative
action lebih efektif dimanfaatkan oleh kandidat yang telah memiliki modalitas
memadai. Dengan demikian, kepemilikan dan pengelolaan modalitas menjadi faktor
kunci keterpilihan perempuan muda dalam kontestasi politik lokal.
Kata kunci: modalitas politik, modal sosial, modal ekonomi, affirmative action,
80 Ilmu Pemerintahan 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 10 Apr 2026 02:38 |
| Last Modified: | 10 Apr 2026 02:38 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/48882 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
