Alfreda, Zidan and Farabi, Nadia (2026) INTERAKSI FAKTOR DOMESTIK DAN INTERNASIONAL DALAM KEBIJAKAN INDONESIA TERKAIT KONVENSI ILO 188 TERHADAP PERLINDUNGAN ABK MIGRAN PERIKANAN. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
Zidan Alfreda_14050122140079_Cover.pdf Download (654kB) |
|
|
Text
Zidan Alfreda_14050122140079_BAB I.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (228kB) |
|
|
Text
Zidan Alfreda_14050122140079_BAB II.pdf - Submitted Version Download (4MB) |
|
|
Text
Zidan Alfreda_14050122140079_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (222kB) |
|
|
Text
Zidan Alfreda_14050122140079_BAB IV.pdf - Submitted Version Download (130kB) |
|
|
Text
Zidan Alfreda_14050122140079_Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (244kB) |
Abstract
Penelitian ini menganalisis interaksi faktor domestik dan internasional dalam
kebijakan Indonesia terkait belum diratifikasinya Konvensi ILO No. 188 mengenai
pekerjaan dalam sektor perikanan, serta implikasinya terhadap perlindungan awak
kapal berkewarganegaraan Indonesia yang bekerja sebagai ABK migran perikanan
di kapal ikan asing. Penelitian ini berangkat dari tingginya kerentanan ABK
Indonesia terhadap berbagai bentuk eksploitasi, seperti jam kerja berlebihan,
kekerasan, penahanan dokumen, kondisi hidup yang tidak layak, dan lemahnya
akses terhadap pemulihan hak, sebagaimana tercermin dalam kasus Long Xing 629.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksplanatif dengan teknik studi
pustaka. Analisis dilakukan dengan menggunakan two-level game theory dari
Robert D. Putnam untuk menjelaskan bahwa keputusan ratifikasi tidak hanya
ditentukan oleh dorongan internasional, tetapi juga oleh penerimaan politik dan
kelembagaan di tingkat domestik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa
Indonesia belum meratifikasi Konvensi ILO No. 188 karena win-set domestik
masih sempit akibat keterbatasan dukungan politik, fragmentasi kelembagaan, serta
tingginya kebutuhan penyesuaian regulasi dan pengawasan. Di sisi lain, tekanan
dan insentif dari rezim internasional belum cukup kuat untuk mengubah preferensi
kebijakan Indonesia. Dengan demikian, belum diratifikasinya Konvensi ILO No.
188 merupakan hasil dari interaksi antara hambatan domestik dan lemahnya daya
dorong internasional, yang pada akhirnya membuat perlindungan terhadap ABK
migran perikanan Indonesia belum optimal.
Kata kunci : Konvensi ILO No. 188, ABK migran perikanan, two-level game
theory, perlindungan pekerja migran, Indonesia
57 Hubungan Internasional 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 01 Apr 2026 08:30 |
| Last Modified: | 01 Apr 2026 08:30 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/48253 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
