Caesar, Fikri Yulian and Alfian, Muhammad Faizal (2026) RESPONS AMERIKA SERIKAT DALAM MENGHADAPI PERETASAN TERHADAP SOLARWINDS (SUNBURST) OLEH KELOMPOK COZY BEAR MELALUI CYBER DETERRENCE. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Fikri Yulian Caesar_14050122140082_Cover.pdf - Submitted Version Download (722kB) |
|
|
Text
Fikri Yulian Caesar_14050122140082_BAB 1.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (636kB) |
|
|
Text
Fikri Yulian Caesar_14050122140082_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (380kB) |
|
|
Text
Fikri Yulian Caesar_14050122140082_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (602kB) |
|
|
Text
Fikri Yulian Caesar_14050122140082_BAB 4.pdf - Submitted Version Download (91kB) |
|
|
Text
Fikri Yulian Caesar_14050122140082_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (200kB) |
Abstract
Pada akhir tahun 2020, insiden peretasan masif menargetkan perusahaan
teknologi SolarWinds yang merupakan perusahan supply chain dan berdampak
pada 18.000 entitas global. Amerika Serikat menjadi korban utama melalui
malware SUNBURST yang berhasil menginfiltrasi sembilan lembaga federal.
Investigasi mengatribusikan serangan ini kepada kelompok Cozy Bear (APT 29)
yang disponsori oleh Badan Intelijen Asing Rusia (SVR). Penelitian ini bertujuan
menganalisis respons Amerika Serikat dalam menanggapi ancaman spionase siber
tersebut.
Penelitian ini dilakukan melalui metode kualitatif deskriptif analitis.
Dalam menganalisis permasalahan, penelitian ini menggunakan kerangka teori
Rational Actor Model (RAM) dan cyber deterrence.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amerika Serikat merespons dengan
kalkulasi rasional yang mengutamakan cost terendah dan benefit tertinggi.
Berdasarkan analisis tersebut, respons Amerika Serikat terbagi ke dalam empat
strategi deterrence. Deterrence by punishment dilakukan melalui peningkatan
penerapan defend forward, sanksi ekonomi terhadap perusahaan teknologi Rusia
dan pengusiran 10 diplomat. Deterrence by denial dilakukan melalui penguatan
pertahanan siber domestik dan memperbaharui arsitektur keamanan teknis.
Deterrence by entanglement dan norms dilakukan melalui internasionalisasi isu
dengan melibatkan sekutu untuk memberikan sanksi reputasi bagi Rusia.
Kombinasi respons-respons ini dipilih sebagai langkah strategis untuk
memulihkan keamanan nasional tanpa memicu eskalasi konflik lebih luas.
Kata Kunci: SolarWinds, Keamanan Siber, Rational Actor Model, Cyber
Deterrence.
45 Hubungan Internasional 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 01 Apr 2026 01:48 |
| Last Modified: | 01 Apr 2026 01:48 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/48173 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
