Sukraputri, Resita Indah and Kustiowati, Endang and Muhartomo, Hexanto and Tugasworo, Dodik and Bintoro, Aris Catur and Pasmanasari, Elta Diah (2026) HUBUNGAN RED CELL DISTRIBUTION WIDTH DENGAN OUTCOME NEUROLOGIS PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DENGAN KOMORBID SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (HUBUNGAN RED CELL DISTRIBUTION WIDTH DENGAN OUTCOME NEUROLOGIS PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DENGAN KOMORBID SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS)
ABSTRAK TESIS RESITA HUBUNGAN RED CELL DISTRIBUTION WIDTH DENGAN OUTCOME NEUROLOGIS PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DENGAN KOMORBID SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS.pdf Download (193kB) |
Abstract
Latar Belakang: Stroke iskemik pada pasien systemic lupus erythematosus (SLE) merupakan kondisi beban inflamasi sistemik yang tinggi dan luaran fungsional yang lebih buruk dibandingkan populasi umum. Interaksi antara inflamasi kronik akibat SLE dan respons inflamasi akut pada stroke diduga memperberat cedera serebral. Red Cell Distribution Width (RDW) merupakan parameter hematologi rutin yang mencerminkan anisitosis dan inflamasi sistemik, namun perannya sebagai prediktor pada populasi stroke dengan komorbid SLE belum banyak diteliti.
Tujuan: Menilai hubungan RDW dengan derajat keparahan defisit neurologis (NIHSS) dan luaran fungsional (mRS) pada pasien stroke iskemik dengan komorbid SLE.
Metode: Penelitian observasional analitik retrospektif ini melibatkan 34 pasien stroke iskemik dengan komorbid SLE. Nilai RDW saat masuk rumah sakit dikumpulkan dari rekam medis. Derajat keparahan stroke dinilai menggunakan NIHSS dan luaran fungsional tiga bulan menggunakan Modified Rankin Scale (mRS). Luaran buruk didefinisikan sebagai mRS 3–6. Analisis korelasi Spearman dan kurva ROC digunakan untuk mengevaluasi hubungan dan kemampuan prediktif RDW.
Hasil: RDW berhubungan signifikan dengan skor NIHSS (r = 0,397; p = 0,020) dan mRS tiga bulan (r = 0,711; p < 0,001). Analisis ROC menunjukkan kemampuan diskriminatif yang baik (AUC 0,89; IK95%: 0,78–0,99; p < 0,001). Nilai cut-off optimal 13,75% memberikan sensitivitas 90,0% dan spesifisitas 71,4%. Pasien dengan RDW ≥13,75% memiliki risiko 22,50 kali lebih tinggi mengalami luaran fungsional buruk (IK95%: 3,49–145,28).
Kesimpulan: RDW berhubungan kuat dengan keparahan dan luaran fungsional pada pasien stroke iskemik dengan komorbid SLE. RDW ≥13,75% dapat digunakan sebagai biomarker prognostik sederhana dan ekonomis untuk stratifikasi risiko dini pada populasi ini.
Kata Kunci: Stroke iskemik; Systemic lupus erythematosus; RDW; Inflamasi Ganda; Luaran fungsional
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Stroke iskemik; Systemic lupus erythematosus; RDW; Inflamasi Ganda; Luaran fungsional |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 26 Mar 2026 02:06 |
| Last Modified: | 26 Mar 2026 02:06 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/47782 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
