Search for collections on Undip Repository

PENGARUH PEMBELAJARAN MODUL SKRINING RETINOPATI PREMATURITAS TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KADER KESEHATAN (Research & Development dalam tahapan Disseminate)

Aziz, Azmi Ilmi and Saubig, Arnila Novitasari and Nugroho, Trilaksana (2026) PENGARUH PEMBELAJARAN MODUL SKRINING RETINOPATI PREMATURITAS TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KADER KESEHATAN (Research & Development dalam tahapan Disseminate). Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of AZMI ILMI AZIZ-22040621320009-TESIS-ABSTRAK] Text (AZMI ILMI AZIZ-22040621320009-TESIS-ABSTRAK)
AZMI ILMI AZIZ-22040621320009-TESIS-ABSTRAK.pdf

Download (123kB)

Abstract

Latar belakang: Retinopathy of Prematurity (ROP) merupakan gangguan perkembangan mata pada bayi prematur yang dapat menyebabkan kebutaan permanen jika tidak dideteksi secara dini. Kesadaran dan pengetahuan mengenai risiko ROP di tingkat masyarakat masih sangat rendah. Kader kesehatan, sebagai garda terdepan di fasilitas kesehatan primer, memiliki peran krusial dalam melakukan skrining dan edukasi, namun seringkali belum dibekali dengan pengetahuan yang memadai mengenai kesehatan mata bayi prematur.

Tujuan: Mengetahui dan menganalisis pengaruh pembelajaran Modul Skrining Retinopati Prematuritas terhadap tingkat pengetahuan kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kota Semarang.

Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental kuasi dengan desain one group pre-test-post-test. Pengambilan data dilakukan pada Januari 2026 terhadap 84 kader kesehatan yang berasal dari 28 Puskesmas di Kota Semarang. Subjek diberikan perlakuan berupa pembelajaran modul skrining ROP yang meliputi kuliah pakar dan pembelajaran mandiri. Instrumen penelitian menggunakan tes MCQ yang telah divalidasi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk membandingkan tingkat pengetahuan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) pemberian modul.

Hasil: Nilai rata-rata tingkat pengetahuan kader sebelum pembelajaran modul adalah 10.48 ± 2.09, yang kemudian meningkat secara signifikan menjadi 13.80 ± 1.50 setelah diberikan perlakuan. Sebelum intervensi, hanya 34,5% subjek yang memiliki kategori pengetahuan baik, namun setelah intervensi meningkat menjadi 90,5%. Hasil uji beda menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara nilai tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan pembelajaran modul (p < 0,001).

Kesimpulan: Pembelajaran menggunakan modul skrining ROP secara signifikan dapat meningkatkan pengetahuan kader kesehatan. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat memperkuat peran kader dalam deteksi dini dan pencegahan kebutaan akibat ROP di tingkat masyarakat. Penggunaan modul sebagai media pembelajaran terbukti efektif dan praktis untuk diseminasi informasi kesehatan mata pada kader kesehatan.

Kata Kunci: Pembelajaran, Modul, Pengetahuan, Kader Kesehatan, Retinopati Prematuritas, ROP.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Pembelajaran, Modul, Pengetahuan, Kader Kesehatan, Retinopati Prematuritas, ROP
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 25 Mar 2026 04:01
Last Modified: 25 Mar 2026 04:01
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/47694

Actions (login required)

View Item View Item