Kamila, Taqiya Nadiyatu and Wijayanto, Wijayanto (2026) DINAMIKA KEWARGANEGARAAN DIGITAL DI ERA PRABOWO: RESPONS NETIZEN DI XTERHADAP RUU TNI. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
TAQIYA NADIYATU KAMILA_14010122130086_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (664kB) |
|
|
Text
TAQIYA NADIYATU KAMILA_14010122130086_BAB I.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
TAQIYA NADIYATU KAMILA_14010122130086_BAB II.pdf - Submitted Version Download (234kB) |
|
|
Text
TAQIYA NADIYATU KAMILA_14010122130086_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text
TAQIYA NADIYATU KAMILA_14010122130086_BAB IV.pdf - Submitted Version Download (202kB) |
|
|
Text
TAQIYA NADIYATU KAMILA_14010122130086_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (195kB) |
|
|
Text
TAQIYA NADIYATU KAMILA_14010122130086_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Polemik revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) pada
Maret 2025 memicu perdebatan publik yang luas di ruang digital, khususnya di X.
Percakapan tersebut tidak hanya membahas substansi kebijakan, tetapi juga
menyentuh isu transparansi proses legislasi, legitimasi prosedural, serta relasi sipil–
militer dalam negara demokratis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
dinamika tindakan kewarganegaraan digital warga negara dalam percakapan di
Xterkait polemik RUU TNI sebagai praktik acts of digital citizenship. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten terhadap
unggahan di X pada periode 11–20 Maret 2025. Data penelitian terdiri dari 265
unggahan yang dipilih secara purposive hingga mencapai kejenuhan data. Analisis
dilakukan dengan mengkategorikan tindakan kewarganegaraan digital ke dalam
lima bentuk tindakan, yaitu calling, opening , closing, act of witnessing, dan act of
flaming. Hasil penelitian menunjukkan bahwa percakapan publik mengenai
polemik RUU TNI berkembang sebagai praktik kewarganegaraan digital yang
ditandai oleh tuntutan akuntabilitas terhadap aktor negara, produksi konteks dan
informasi oleh warga, serta ekspresi emosi kolektif dalam diskursus publik. Dari
lima kategori tindakan yang ditemukan, act of flaming menjadi bentuk tindakan
yang paling dominan, yang menunjukkan bahwa diskursus publik mengenai isu
kebijakan sektor keamanan berkembang dalam suasana diskursus yang afektif dan
terpolarisasi. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial dapat berfungsi sebagai
arena alternatif bagi warga untuk mengekspresikan agensi politiknya sekaligus
membangun tekanan publik terhadap proses kebijakan yang diperdebatkan.
Kata kunci: kewarganegaraan digital, acts of digital citizenship, polemik RUU
TNI, diskursus politik digital, media sosial
No.59 Ilmu Pemerintahan 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 16 Mar 2026 07:36 |
| Last Modified: | 16 Mar 2026 07:36 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/47624 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
