ERHINDA, ALIVIA SALSABILLA PUTRI and Susiatiningsih, Hermini (2026) DIBALIK LAYAR PIALA DUNIA 2022: PEKERJA MIGRAN DAN REALITAS PELANGGARAN HAM DI QATAR. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
Alivia Salsabilla_Halaman Awal.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (560kB) |
|
|
Text
Alivia Salsabilla_Bab I.pdf - Submitted Version Download (472kB) |
|
|
Text
Alivia Salsabilla_Bab II.pdf - Submitted Version Download (416kB) |
|
|
Text
Alivia Salsabilla_Bab III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (429kB) |
|
|
Text
Alivia Salsabilla_Bab IV.pdf - Submitted Version Download (15kB) |
|
|
Text
Alivia Salsabilla_Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (309kB) |
|
|
Text
Alivia Salsabilla_Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (230kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengapa pelanggaran hak asasi
manusia terhadap pekerja migran terjadi selama persiapan Piala Dunia FIFA 2022
di Qatar dengan menggunakan metode penelitian kualitatif eksplanatif melaluistudi
pustaka dan wawancara. Penelitian ini dianalisis menggunakan dua kerangka teori,
yaitu Cultural Relativism dan Violence yang mencakup kekerasan struktural dan
kekerasan kultural, untuk melihat bagaimana praktik ketenagakerjaan di Qatar
dipertahankan dan dibenarkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran
HAM terhadap pekerja migran bukanlah peristiwa yang bersifat insidental,
melainkan merupakan konsekuensi dari struktur sistem kafala yang menempatkan
pekerja dalam relasi ketergantungan yang timpang terhadap sponsor atau pemberi
kerja, membatasi mobilitas kerja, menghambat pergantian pekerjaan, serta
melemahkan akses terhadap perlindungan hukum dan mekanisme pengaduan.
Struktur tersebut diperkuat oleh pembenaran kultural atas praktik yang dianggap
sebagai bagian dari tradisi dan kedaulatan nasional, sehingga membentuk kekerasan
kultural yang melegitimasi kekerasan struktural dalam hubungan kerja. Dengan
demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pelanggaran HAM selama persiapan
Piala Dunia 2022 di Qatar terjadi karena kombinasi antara kebutuhan pembangunan
infrastruktur yang masif dan sistem ketenagakerjaan berbasis kafala yang
dinormalisasi secara kultural, sehingga menghasilkan kerentanan sistemik bagi
pekerja migran.
Kata kunci: Pelanggaran HAM, pekerja migran, sistem kafala, Piala Dunia 2022.
20 Hubungan Internasional 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 13 Mar 2026 08:00 |
| Last Modified: | 13 Mar 2026 08:00 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/47519 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
