Search for collections on Undip Repository

HUBUNGAN BEBAN KERJA MENTAL, WORK FAMILY CONFLICT, DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP STRES KERJA PERAWAT RAWAT INAP RUMAH SAKIT KOTA SEMARANG

ALFURINA, GHAITSA AHSANTY (2026) HUBUNGAN BEBAN KERJA MENTAL, WORK FAMILY CONFLICT, DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP STRES KERJA PERAWAT RAWAT INAP RUMAH SAKIT KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of REPO GHAITSA.pdf] Text
REPO GHAITSA.pdf - Published Version

Download (356kB)

Abstract

Stres kerja merupakan kondisi psikologis yang muncul ketika tuntutan pekerjaan melebihi kemampuan individu untuk mengatasinya secara efektif. Perawat rawat inap, yang memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kepada pasien, merupakan kelompok yang rentan mengalami kondisi tersebut. Beberapa faktor yang dapat memengaruhi kondisi ini antara lain beban kerja mental, work–family conflict, dan dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja mental, work–family conflict, dan dukungan sosial dengan stres kerja pada perawat rawat inap di rumah sakit Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 117 perawat rawat inap, dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner NASA Task Load Index (NASA-TLX) untuk mengukur beban kerja mental, Work-Family Conflict Scale (WAFCS) untuk mengukur work–family conflict, Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan sosial, serta General Health Questionnaire-12 (GHQ-12) untuk mengukur stres kerja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja mental dengan stres kerja (p = 0.023; r = 0.231) dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan lemah. Selain itu, work–family conflict juga memiliki hubungan yang signifikan dengan stres kerja (p= <0.001, r= 0.450) sedangkan dukungan sosial menunjukkan hubungan yang berlawanan arah dengan stres kerja (p= 0.005, r= -0.285). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan beban kerja mental dan work–family conflict dapat meningkatkan stres kerja, sementara dukungan sosial yang memadai dapat berperan sebagai faktor pelindung dalam mengurangi stres kerja. Dengan demikian, beban kerja mental, work–family conflict, dan dukungan sosial memiliki hubungan dengan stres kerja pada perawat rawat inap di Kota Semarang.

Kata kunci : stres kerja, beban kerja mental, konflik pekerjaan-keluarga, dukungan sosial, perawat

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Public Health
Divisions: Faculty of Public Health > Department of Public Health
Depositing User: endah nurkhayati
Date Deposited: 13 Mar 2026 07:39
Last Modified: 13 Mar 2026 07:39
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/47517

Actions (login required)

View Item View Item