Sari, Pungky Kumala and Kushandajani, Kushandajani (2026) RENDAHNYA PERAN SISTEM KADERISASI POLITIK DI DPD PSI KOTA SEMARANG: STUDI PADA CALON ANGGOTA LEGISLATIF PEREMPUAN PEMILU 2024. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
Pungky Kumala_14010122140150_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (558kB) |
|
|
Text
Pungky Kumala_14010122140150_BAB I.pdf - Submitted Version Download (843kB) |
|
|
Text
Pungky Kumala_14010122140150_BAB II.pdf - Submitted Version Download (289kB) |
|
|
Text
Pungky Kumala_14010122140150_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (393kB) |
|
|
Text
Pungky Kumala_14010122140150_BAB IV.pdf - Submitted Version Download (227kB) |
|
|
Text
Pungky Kumala_14010122140150_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (226kB) |
|
|
Text
Pungky Kumala_14010122140150_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Download (713kB) |
Abstract
Politik keterwakilan perempuan memiliki peraturan sendiri, lebih tepatnya melalui
kebijakan affirmative action yang mengatur tentang keterwakilan perempuan
sebanyak 30%. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menunjukkan capaian yang baik
dalam Pemilu 2024, utamanya pada keterwakilan perempuan. Partai Solidaritas
Indonesia (PSI) meloloskan tiga calon legislatif perempuan sebagai DPRD Kota
Semarang. Tujuan dari penelitian ini dalam rangka menganalisis peran sistem
kaderisasi yang diterapkan DPD PSI Kota Semarang untuk mempersiapkan kader
perempuan. Ditambah dengan melakukan pengkajian tentang implikasi dinamika
sistem kaderisasi terhadap partisipasi, akses, dan kapasitas politik perempuan.
Penelitian ini menjawab sistem kaderisasi dan implikasinya di DPD PSI Kota
Semarang. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta
pengumpulan data yang dilakukan melalui teknik wawancara mendalam kepada
pengurus, kader, serta anggota legislatif PSI. Data yang terkumpul dianalisis
menggunakan teori politik gender dan teori kaderisasi untuk menjawab rumusan
masalah. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem rekrutmen PSI terbuka dan inklusif,
hal tersebut memberikan kemungkinan akses luas bagi siapa saja yang ingin
bergabung. Lebih lanjut, mekanisme rekrutmen dan sistem kaderisasi secara formal
tidak cukup membantu anggota untuk memperoleh tujuan akses dan kapasitas
organisasi terbatas. Tidak ada kurikulum baku dan berjenjang yang ketat, serta
frekuensi pelatihannya sering bersifat insidental menyesuaikan dengan momentum
politik. Sementara itu, keberhasilan tiga caleg perempuan PSI di Kota Semarang
yang lolos Pemilu 2024 banyak dipengaruhi oleh kapasitas individu. Hal ini
membuktikan PSI berhasil memenuhi kuota keterwakilan perempuan secara
administrative, namun penguatan struktur organisasi dan formalitas kaderisasi perlu
ditingkatkan untuk menjamin partisipasi politik perempuan di masa yang akan
datang.
Kata Kunci: Sistem Kaderisasi, Politik Gender, Perempuan, Affirmative Action
54_Ilmu Pemerintahan_2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 13 Mar 2026 03:55 |
| Last Modified: | 13 Mar 2026 03:55 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/47465 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
