DWI YANTI, ARDIANA RIZKY and Kushandajani, Kushandajani (2026) OTONOMI POLITIK PEREMPUAN PESISIR (STUDI AGENSI ISTRI NELAYAN TAMBAK LOROK DALAM PEMILIHAN WALI KOTA SEMARANG 2024). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
ARDIANA RIZKY DWI YANTI_14010122130078_COVER .pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (677kB) |
|
|
Text
ARDIANA RIZKY DWI YANTI_14010122130078_BAB I.pdf - Submitted Version Download (404kB) |
|
|
Text
ARDIANA RIZKY DWI YANTI _14010122130078_BAB II.pdf - Submitted Version Download (282kB) |
|
|
Text
ARDIANA RIZKY DWI YANTI_14010122130078_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (307kB) |
|
|
Text
ARDIANA RIZKY DWI YANTI_14010122130078_BAB IV.pdf - Submitted Version Download (172kB) |
|
|
Text
ARDIANA RIZKY DWI YANTI_14010122130078_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (185kB) |
|
|
Text
ARDIANA RIZKY DWI YANTI_14010122130078_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis otonomi politik perempuan pesisir
melalui dinamika agensi istri nelayan di Tambak Lorok dalam proses pengambilan
keputusan pada Pemilihan Wali Kota Semarang 2024, menggunakan perspektif
pemberdayaan Naila Kabeer. Meskipun perempuan pesisir memiliki peran strategis
dalam ekonomi rumah tangga, partisipasi politik mereka kerap dihadapkan pada
keterbatasan akses sumber daya, norma patriarki, dan dominasi figur laki-laki.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Data
dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi,
dengan subjek penelitian meliputi istri nelayan, suami, dan tokoh masyarakat yang
dipilih secara purposive dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa otonomi politik perempuan pesisir terbentuk melalui relasi dinamis antara
resources, agency, dan achievements yang tidak bersifat linier. Pada dimensi
resources, rendahnya pendidikan formal dan dominasi suami sebagai gatekeeper
informasi membatasi hadirnya alternatif wacana politik bagi perempuan.
Sebaliknya, kepemilikan sumber daya yang memadai (seperti pendidikan dan
jaringan sosial) terbukti menjadi modal penting dan prasyarat mutlak bagi lahirnya
otonomi politik yang transformatif. Pada dimensi agency, agensi perempuan
beroperasi melalui mekanisme kebajikan strategis (strategic virtue), di mana
kepatuhan dan sikap diam dipraktikkan secara sadar untuk menjaga harmoni sosial
dan stabilitas ekonomi keluarga. Temuan ini mengindikasikan bahwa otonomi
politik yang terbentuk adalah otonomi relasional yang bersifat prosedural dan
pragmatis. Disebut prosedural karena perempuan mampu membuat keputusan sadar
untuk patuh, namun bersifat pragmatis karena ditujukan untuk bertahan hidup
(survival) dalam batasan struktur patriarki dan tawaran politik yang bersifat
patronase, bukan untuk transformasi substantif. Pada dimensi achievements,
tingginya partisipasi kehadiran di TPS lebih mencerminkan peningkatan efektivitas
dalam peran yang telah ditentukan (efficacy in pre-assigned roles), namun belum
sepenuhnya terkonsolidasi menjadi posisi tawar politik yang substantif.
Kata Kunci: Otonomi Politik, Agensi Perempuan, Otonomi Relasional, Naila
Kabeer, Pilwalkot Semarang 2024
52 ILMU PEMERINTAHAN 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 12 Mar 2026 07:14 |
| Last Modified: | 12 Mar 2026 07:14 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/47406 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
