DAMAYANTI, RAFIDAH HANIN and Kushandajani, Kushandajani (2026) ANALISIS TERHADAP FENOMENA PERNIKAHAN DINI DI KABUPATEN KULON PROGO DALAM PERSPEKTIF STRUKTURAL FUNGSIONAL. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
RAFIDAH HANIN_14010122130060_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (587kB) |
|
|
Text
RAFIDAH HANIN_14010122130060_BAB I.pdf - Submitted Version Download (368kB) |
|
|
Text
RAFIDAH HANIN_14010122130060_BAB II.pdf - Submitted Version Download (318kB) |
|
|
Text
RAFIDAH HANIN_14010122130060_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (382kB) |
|
|
Text
RAFIDAH HANIN_14010122130060_BAB IV.pdf - Submitted Version Download (193kB) |
|
|
Text
RAFIDAH HANIN_14010122130060_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (179kB) |
|
|
Text
RAFIDAH HANIN_14010122130060_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
ABSTRAK
Pernikahan dini masih terjadi di Kabupaten Kulon Progo meskipun telah terdapat
regulasi yang mengatur batas usia perkawinan. Penelitian ini bertujuan
menganalisis fenomena pernikahan dini menggunakan perspektif struktural
fungsional Talcott Parsons (AGIL) serta mengkaji interaksi antara nilai budaya
dan regulasi pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap aparat
pemerintah, Pengadilan Agama, KUA, tokoh masyarakat, konselor, serta anak
yang menikah dini. Penelitian ini menunjukkan bahwa pernikahan dini di
Kabupaten Kulon Progo dimaknai sebagai bentuk adaptasi keluarga terhadap
tekanan situasional seperti kehamilan tidak diinginkan, ekonomi, dan tuntutan
sosial. Dalam fungsi integrasi, pernikahan dini diposisikan sebagai solusi yang
dapat diterima untuk meredam konflik dan stigma, sementara dalam fungsi goal
attainment pemerintah telah menetapkan tujuan pencegahan melalui regulasi,
namun sering berhadapan dengan orientasi keluarga yang lebih menekankan
penyelesaian masalah jangka pendek. Pada fungsi latency, nilai budaya, norma
agama, dan pola pengasuhan terus mereproduksi pandangan bahwa pernikahan
merupakan solusi yang wajar. Selain itu, nilai-nilai sosial seperti kehormatan
keluarga, normalisasi pernikahan atas KTD, dan pemaknaan religius terhadap
legalitas hubungan berpengaruh kuat terhadap keputusan keluarga. Hal ini
menunjukkan bahwa pernikahan dini tidak hanya dipengaruhi faktor struktural,
tetapi juga konstruksi nilai sosial yang mengakar, sehingga pencegahannya tidak
cukup melalui pendekatan hukum, melainkan memerlukan perubahan cara
pandang masyarakat agar kepentingan terbaik bagi anak menjadi orientasi utama.
Kata Kunci : Pernikahan Dini, Teori AGIL, Nilai Sosial, Perlindungan Anak,
Kulon Progo
49 ILMU PEMERINTAHAN 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 12 Mar 2026 06:52 |
| Last Modified: | 12 Mar 2026 06:52 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/47398 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
