Latifa, Salmadina Mutiara and Kushandajani, Kushandajani (2026) BOTOH DAN PRAKTIK VOTE BUYING PADA PILKADA KUDUS TAHUN 2024. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Salmadina Mutiara L._14010122130058_Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (728kB) |
|
|
Text
Salmadina Mutiara L._14010122130058_Bab 1.pdf - Submitted Version Download (506kB) |
|
|
Text
Salmadina Mutiara L._14010122130058_Bab 2.pdf - Submitted Version Download (307kB) |
|
|
Text
Salmadina Mutiara L._14010122130058_Bab 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (512kB) |
|
|
Text
Salmadina Mutiara L._14010122130058_Bab 4.pdf - Submitted Version Download (227kB) |
|
|
Text
Salmadina Mutiara L._14010122130058_Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (215kB) |
|
|
Text
Salmadina Mutiara L._14010122130058_Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Praktik pembelian suara (vote buying) menjadi fenomena politik uang yang
persisten dalam dinamika demokrasi elektoral di tingkat lokal, termasuk dalam
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kudus Tahun 2024. Studi ini bertujuan untuk
menganalisis pola kerja dan peran Botoh dalam praktik pembelian suara pada
Pilkada Kudus Tahun 2024. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif
dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara
mendalam dengan delapan informan yang terdiri dari broker politik (Botoh), kepala
desa, elit partai politik, dan tim lapangan, didukung oleh studi dokumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Botoh berperan sebagai broker politik kunci
yang menjembatani kepentingan calon dan pemilih melalui jaringan sosial
informal. Botoh tidak hanya berfungsi sebagai distributor insentif material, tetapi
juga sebagai pengelola informasi politik, pemetaan pemilihan, dan pengambil risiko
politik dalam kontestasi pemilihan. Polanya kerja Botoh ditandai dengan
keterlibatan oportunistik berdasarkan perhitungan peluang kemenangan,
penggunaan mekanisme survei berlapis, distribusi insentif yang selektif dan
kontekstual, serta koordinasi tacit dengan pemisahan jalur kerja antara tim.
Hubungan antara Botoh dan calon bersifat informal dan kontraktual, dengan
kesepakatan tentang imbalan atas kemenangan dan ketidakseimbangan tanggung
jawab risiko.
Studi ini menyimpulkan bahwa praktik vote buying dalam pemilihan regional
Kabupaten Kudus Tahun 2024 dilakukan melalui mekanisme brokerage dengan
perantara terstruktur, di mana broker memainkan peran penting dalam mengatur
hubungan sosial dan strategi kemenangan kandidat. Oleh karena itu, politik uang
perlu dipahami sebagai bagian dari mekanisme politik lokal yang melibatkan
perhitungan rasional dan jaringan sosial aktor
Kata kunci: Botoh, vote buying, brokerage, Pilkada Kudus, politik
50 Ilmu Pemerintahan 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 12 Mar 2026 06:51 |
| Last Modified: | 12 Mar 2026 06:51 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/47397 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
