Search for collections on Undip Repository

Penentuan Diagnostic Reference Level (DRL) Pada Pemindaian SPECT/CT Menggunakan Radiofarmaka Tc-99m Di RSUP Hasan Sadikin Bandung

WIBISONO, Mutiarani Novanti (2026) Penentuan Diagnostic Reference Level (DRL) Pada Pemindaian SPECT/CT Menggunakan Radiofarmaka Tc-99m Di RSUP Hasan Sadikin Bandung. Masters thesis, UNDIP: Fakultas Sains dan Matematika.

[thumbnail of 2. HALAMAN JUDUL.pdf] Text
2. HALAMAN JUDUL.pdf

Download (44kB)
[thumbnail of 3. HALAMAN REKOMENDASI LAYAK TESIS.pdf] Text
3. HALAMAN REKOMENDASI LAYAK TESIS.pdf

Download (395kB)
[thumbnail of 5. HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TESIS.pdf] Text
5. HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TESIS.pdf

Download (629kB)
[thumbnail of 6. HALAMAN PENGESAHAN TESIS.pdf] Text
6. HALAMAN PENGESAHAN TESIS.pdf

Download (152kB)
[thumbnail of 7. KATA PENGANTAR.pdf] Text
7. KATA PENGANTAR.pdf

Download (122kB)
[thumbnail of 13. ABSTRAK.pdf] Text
13. ABSTRAK.pdf

Download (72kB)
[thumbnail of 14. ABSTRACT.pdf] Text
14. ABSTRACT.pdf

Download (72kB)
[thumbnail of 15. BAB I PENDAHULUAN.pdf] Text
15. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (263kB)
[thumbnail of 20. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
20. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (146kB)

Abstract

Pemanfaatan radiasi pengion pada pencitraan medis semakin berkembang dan memberikan manfaat diagnostik yang lebih signifikan. hak ini berdampak pada paparan radiasi pengion sehingga dibutuhkan upaya protksi radiasi. Pengendalian
paparan didasarkan pada batas dosis untuk pekrja radiasi dan masyatakan umum, namun tidak untuk pasien. adanya variasi dosis radiasi yang cukup besar padda pasien, ICRP memberlakukan DRL pada pasien untuk mengevaluasi kewajaran dosis radiasi pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung Local Diagnostic reference level (L-DRL) pemeriksaan SPECT/CT dengan radiofarmaka Tc-99m MIBI (MPI stress/rest), Tc-99m MDP (bone scan), dan Tc-99m Pertechnetate
(SKG) di RSUP Hasan Sadikin Bandung serta membandingkannya dengan nilai acuan nasional (I-DRL). Penelitian ini dilakukan secara retrospektif pada 222 pasien. Nilai DRL didapatkan berdasarkan persentil ke 75 dari distribusi aktivitas radiofarmaka dan distribusi dosis parameter CT (CTDIvol serta DLP) per regio yang dipindai. Perhitungan dosis efektif juga dilakukan pada komponen SPECT dan CT menggunakan faktor konversi yang sudah ditetapkan oleh dokumen ICRP 128 serta AAPM 96. Aktivitas radiofarmaka dikoreksi terhadap peluruhan dan aktivitas Post-injeksi untuk mendapatkan aktivitas aktual yang diterima pasien.
Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas pada masing – masing radiofarmaka memiliki perbedaan. aktivitas teringgi diperoleh oleh Tc-99m MIBI 1776 MBq dan terendah diperoleh oleh Tc-99m Pertechnetate 40 MBq. Nilai nilai CTDIvol dan DLP tertinggi diperoleh oleh regio kepala-leher, sedangkan nilai terendah diperoleh oleh regio dada. Pola hasil ini juga terlihat pada nilai dosis efektif. Estimasi dosis radiasi pada modalitas SPECT/CT menunjukkan adanya variasi yang dipengaruhi oleh jenis radiofarmaka dan protocol CT dan regio yang dipindai pada pasien. LDRL dibandingkan dengan I-DRL yang ditetapkan BAPETEN, nilai L-DRL lebih tinggi, namun lebih rendah dibandingkan dengan DRL dari beberapa negara lain.
Kata kunci : SPECT/CT, dosis efektif, DRL, radiofarmaka, CTDIvol, DLP

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Master Program in Physics
Depositing User: Yemima Laras Sekarsari
Date Deposited: 12 Mar 2026 04:16
Last Modified: 12 Mar 2026 04:16
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/47355

Actions (login required)

View Item View Item