Search for collections on Undip Repository

Hubungan Trauma Masa Kanak Dengan Kecerdasan Emosional Dengan Kecerdasan Emosional Pada Pasien Psikotik

Siahaan, Lidya Santalia and Fitrikasari, Alifiati and Wardani, Natalia Dewi (2026) Hubungan Trauma Masa Kanak Dengan Kecerdasan Emosional Dengan Kecerdasan Emosional Pada Pasien Psikotik. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of LIDYA SANTALIA SIAHAAN-22040521320006-TESIS-ABSTRAK] Text (LIDYA SANTALIA SIAHAAN-22040521320006-TESIS-ABSTRAK)
LIDYA SANTALIA SIAHAAN-22040521320006-TESIS-ABSTRAK.pdf

Download (77kB)

Abstract

Latar Belakang: Trauma masa kanak merupakan pengalaman negatif yang dialami pada usia 0–17 tahun, termasuk kekerasan fisik, emosional, seksual, serta pengabaian emosional dan fisik. Trauma ini memiliki dampak jangka panjang terhadap perkembangan emosional, sosial, dan neurobiologis. Berbagai studi menunjukkan bahwa trauma masa kanak dapat menurunkan kecerdasan emosional melalui gangguan pada kemampuan mengenali, memahami, serta mengelola emosi. Pada saat yang sama, trauma masa kanak juga berhubungan dengan peningkatan risiko psikotik. Namun, masih sangat sedikit penelitian yang secara khusus menilai hubungan antara trauma masa kanak dan kecerdasan emosional pada pasien psikotik.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara trauma masa kanak dan kecerdasan emosional pada pasien psikotik.
Metode: Penelitian observasional analitik, metode cross-sectional dengan subjek penelitian pasien dengan diagnosis psikotik yang berobat di RSUP Dr. Kariadi Semarang, RS Nasional Diponegoro, dan RS Banyumanik, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Trauma masa kanak diukur menggunakan Childhood Trauma Questionnaire (CTQ) dengan lima subskala (kekerasan emosional, kekerasan fisik, kekerasan seksual, pengabaian emosional, dan pengabaian fisik). Kecerdasan emosional dinilai menggunakan Wong and Law Emotional Intelligence Scale (WLEIS) yang terdiri dari empat domain. Analisis data mencakup deskriptif karakteristik sampel, uji normalitas, serta uji hubungan menggunakan uji non-parametrik sesuai distribusi data.
Hasil: Penelitian menemukan bahwa sebagian besar pasien psikotik memiliki riwayat trauma masa kanak dengan variasi tingkat keparahan pada masing-masing subskala CTQ. Terdapat korelasi negatif yang bermakna antara skor trauma masa kanak dan kecerdasan emosional, terutama pada aspek kekerasan emosional (p = 0,009, r = -0,420), kekerasan fisik (p = 0,019, r = -0,370), dan pengabaian emosional (p = 0,026, r = -0,362), yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat trauma masa kanak, semakin rendah kecerdasan emosional pasien psikotik.
Kesimpulan: Terdapat korelasi negatif bermakna antara trauma masa kanak dan kecerdasan emosional pada pasien psikotik. Paparan trauma masa kanak, terutama bentuk emosional dan pengabaian, berkontribusi terhadap rendahnya kecerdasan emosional. Temuan ini menekankan pentingnya skrining trauma masa kanak serta intervensi psikoterapi yang berfokus pada pemulihan regulasi emosi dalam penatalaksanaan pasien psikotik.
Kata Kunci: Trauma Masa Kanak, Kecerdasan Emosional, Psikotik

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Trauma Masa Kanak, Kecerdasan Emosional, Psikotik
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 12 Mar 2026 02:36
Last Modified: 12 Mar 2026 02:36
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/47294

Actions (login required)

View Item View Item