Adhi, Jonathan Wishnu Suryo (2024) "Pertumbuhan Vegetatif Dan Generatif Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench var. Suri 4) Dengan Perlakuan Nanosilika". Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
1.HALAMAN JUDUL.pdf Download (132kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (143kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK.pdf Download (109kB) |
|
|
Text
5. ABSTRACT.pdf Download (80kB) |
|
|
Text
6. DAFTAR ISI.pdf Download (78kB) |
|
|
Text
10. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (121kB) |
|
|
Text
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (127kB) |
Abstract
Sorgum merupakan tanaman pangan yang mempunyai keunggulan
berupa mampu tahan pada lahan kering dibandingkan dengan tanaman pangan
lainnya seperti beras dan jagung. Sebagai tanaman gramineae, tanaman sorgum
memerlukan unsur hara Si, sementara ketersediaan silika menurun akibat Si tidak
dilakukan penambahan dari luar sehingga tanaman kekurangan unsur Si. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan vegetatif dan
generatif tanaman sorgum terhadap perlakuan nanosilika dengan dosis yang
berbeda dan dosis optimal untuk pertumbuhan vegetatif dan generatif. Variabel
yang diamati adalah : kandungan pigmen fotosintesis, tinggi tanaman, bobot
segar tajuk, bobot kering tajuk, jumlah daun, luas daun, bobot segar akar, bobot
kering akar, dan panjang akar, umur berbunga, bobot malai, bobot segar biji,
bobot kering biji, dan bobot kering 100 biji. Penelitian ini dilakukan
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu konsentrasi
pupuk nanosilika dengan lima dosis perlakuan : 0 ml/L; 2,5 ml/L; 5 ml/L; 7,5
ml/L; 10 ml/L dengan 5 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis
menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji
Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pemberian nanosilika dengan konsentrasi 2,5
ml/L dapat meningkatkan kandungan klorofil a sebesar 119%, klorofil total
sebesar 64% tinggi tanaman sebesar 32%, bobot segar tajuk sebesar 38%, bobot
kering tajuk sebesar 63%, luas daun sebesar 33% dibandingkan kontrol. Namun
pemberian nanosilika tidak berpengaruh terhadap jumlah daun, bobot basah akar,
bobot kering akar, bobot malai, bobot segar biji, bobot kering biji, dan bobot
kering akar. Kesimpulan dari penelitian adalah pemberian nanosilika pada dosis
2,5 ml/L sampai 10 ml/L meningkatkan pertumbuhan vegetatif, namun dosis
yang diberikan tidak mempengaruhi pertumbuhan generatif. Dosis optimum
perlakuan nanosilika untuk pertumbuhan vegetatif adalah 2,5 ml/L sedangkan
dosis optimum untuk pertumbuhan generatif belum dapat ditemukan.
Kata Kunci: Uji klorofil, Pertumbuhan tajuk, Pertumbuhan akar, Pertumbuhan malai
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 12 Mar 2026 01:38 |
| Last Modified: | 12 Mar 2026 01:38 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/47288 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
