FIANDANI, Hosianita (2022) POTENSI PENYALAHGUNAAN ASET DALAM LINGKUP SEKTOR PUBLIK DILIHAT DARI SISI KELEMBAGAAN (STUDI KASUS PADA KABUPATEN X). Masters thesis, UNDIP : FAkultas Ekonomika dan Bisnis.
|
Text (Cover)
1. T. - Cover - 12030118420046.pdf - Published Version Download (365kB) |
|
|
Text (Abstrak (Inggris))
4. T. - Abstract (Inggris) - 12030118420046.pdf - Published Version Download (351kB) |
|
|
Text (Abstrak (Indonesia))
5. T. - Abstrak (Indonesia) - 12030118420046.pdf - Published Version Download (163kB) |
|
|
Text (Daftar Isi)
6. T. - Daftar Isi - 12030118420046.pdf - Published Version Download (551kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
12. T. - Daftar Pustaka - 12030118420046.pdf - Published Version Download (573kB) |
|
|
Text (Fulltext PDF Bookmarks)
16. T. - Fulltext Bookmarks - 12030118420046.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan menganalis alasan
orang melakukan tindakan penyalahgunaan aset dan pemaknaan aset oleh pelaku
penyalahgunaan aset. Penelitian ini juga berusaha meneliti pola penyalahgunaan aset
dan kendala yang dialami saat melakukan penertiban aset.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif
deskriptif dengan melakukan wawancara dengan tiga pelaku yang melakukan
tindakan penyalahgunaan aset yang merupakan pegawai pensiun, pegawai yang telah
mutasi ke daerah lain dan juga anak dari pegawai pensiunan yang merupakan
pegawai pada Kabupaten X. Wawancara juga dilakukan dengan pegawai yang
melakukan proses penatausahaan aset pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset
Daerah Kabupaten X.
Hasil dari penelitian ini menjelaskan mengenai makna aset daerah, makna
tindakan penyalahgunaan aset, pola penyalahgunaan aset dan kendala saat
melakukan pengamanan aset. Penelitian ini juga menjelaskan faktor kelembagaan
yang mempengaruhi tindakan pelaku. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaku
penyalahgunaan memiliki pemaknaan yang berbeda mengenai aset milik daerah dan
juga menganggap bahwa tindakannya untuk mempertahankan aset daerah adalah
suatu hal yang wajar karena merasa berhak atas aset yang dimiliki. Pola
penyalahgunaan aset juga terbentuk karena pola kebiasaan yang lama yang mana
pada saat itu belum ada produk hukum yang mengatur aset, sehingga aset pada era
itu masih bisa dipindah tangankan. Dalam proses pengamanan aset juga para tim
penatausahaan aset daerah mengalami kendala, karena penguasa aset daerah menolak
untuk mengembalikan aset tersebut dan juga adanya perasaan dilemma saat
melakukan pengamanan aset karena adanya hubungan kekerabatan antara pengguna
aset dengan salah satu pejabat pada Kabupaten X.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Asset Misappropriation, Institutional Theory, Fraud Triangle |
| Subjects: | Economics and Business > Accounting Economics and Business |
| Divisions: | Faculty of Economics and Business > Master Program in Accounting |
| Depositing User: | Gumantiko FEB |
| Date Deposited: | 11 Mar 2026 01:24 |
| Last Modified: | 11 Mar 2026 01:24 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/47175 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
