AMAJIDA, DIAN SHABRINA and Budiharto, Budiharto and Nyatrijani, Rinitami (2018) PERLINDUNGAN HUKUM NASABAH KARTU KREDIT YANG TERKENA “ACCOUNT TAKEOVER FRAUD” DALAM PERDAGANGAN ONLINE TERHADAP ADANYA KERUGIAN MATERIL DI INDONESIA. _024 Dagang 2018. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
DIAN SHABRINA AMAJIDA_COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (255kB) |
|
|
Text
DIAN SHABRINA AMAJIDA_ABSTRAK.pdf Download (88kB) |
|
|
Text
DIAN SHABRINA AMAJIDA_BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (254kB) |
|
|
Text
DIAN SHABRINA AMAJIDA_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (406kB) |
|
|
Text
DIAN SHABRINA AMAJIDA_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (230kB) |
|
|
Text
DIAN SHABRINA AMAJIDA_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (462kB) |
|
|
Text
DIAN SHABRINA AMAJIDA_BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (92kB) |
|
|
Text
DIAN SHABRINA AMAJIDA_DAFPUS.pdf Download (142kB) |
Abstract
Penggunaan teknologi informasi dan sistem elektronik dalam dunia perdagangan di satu sisi memberikan kemudahan, namun di sisi lain juga memberikan peluang untuk munculnya berbagai kejahatan cyber. Salah satu kejadian yang semakin marak terjadi adalah kasus Account Takeover Fraud terhadap kartu kredit milik nasabah yang digunakan untuk transaksi online sehingga menimbulkan kerugian bagi cardholder. Account Takeover Fraud dilakukan dengan beberapa macam cara salah satunya dengan membuat malware, untuk dapat mengakses masuk akun milik cardholder yang tersimpan pada suatu merchant online tertentu.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, dengan data sekunder sebagai data utama. Untuk menganalisis permasalahan dalam penelitian ini digunakan prinsip-prinsip dalam perjanjian, prinsip-prinsip dalam perdagangan online, prinsip-prinsip dalam perlindungan konsumen dan nasabah kartu kredit, serta konsep mengenai Account Takeover Fraud.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pada dasarnya perlindungan hukum bagi nasabah kartu kredit yang menjadi korban Account Takeover Fraud telah diakomodir dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Namun, pada faktanya masih sering ditemukan merchant yang seolah lari dari tanggung jawab dengan tidak memberikan penyelesaian yang memuaskan bagi cardholder.
Berdasarkan penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa cardholder mempunyai hak melakukan pengaduan kepada bank penerbit kartu kredit apabila mengetahui adanya transaksi mencurigakan yang menggunakan namanya dan meminta agar akses terhadap kartu kreditnya diblokir sebagai bentuk perlindungan. Bank mempunyai kewajiban untuk menerima dan memproses pengaduan nasabah yang masuk kepadanya. Di samping itu, cardholder juga dapat menghubungi pihak merchant dimana transaksi mencurigakan tersebut dilakukan dan secepatnya dibatalkan apabila memungkinkan. Dalam menyelesaikan permasalahan tersebut baik bank penerbit kartu kredit dan merchant saling bekerja sama sehingga dapat ditemukan titik terang penyelesaiannya. Salah satu bentuk penyelesaian yang diterapkan terutama pada kartu kredit yang berada di dalam jaringan Visa dan MasterCard adalah dengan mekanisme chargeback.
Kata kunci: Kartu Kredit, Perdagangan Online, Account Takeover Fraud, Perlindungan Hukum Nasabah
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kartu Kredit, Perdagangan Online, Account Takeover Fraud, Perlindungan Hukum Nasabah |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Mr Perpus FH1 |
| Date Deposited: | 10 Mar 2026 02:28 |
| Last Modified: | 10 Mar 2026 02:28 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/46970 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
