Search for collections on Undip Repository

PENGELOLAAN KERENTANAN TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL-EKONOMI-EKOLOGIS DAN KESEJAHTERAAN NELAYAN SKALA KECIL DI KABUPATEN BATANG

SUTANTO, Himawan Arif (2023) PENGELOLAAN KERENTANAN TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL-EKONOMI-EKOLOGIS DAN KESEJAHTERAAN NELAYAN SKALA KECIL DI KABUPATEN BATANG. Doctoral thesis, UNDIP : Fakultas Ekonomika dan Bisnis.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
1. D-Cover- 12020119510006.pdf - Published Version

Download (287kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris))
4. D-Abstrak (Inggris)-12020119510006.pdf - Published Version

Download (245kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia))
5. D-Abstrak (Indonesia)-12020119510006.pdf - Published Version

Download (291kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi)
8. D-Daftar Isi-12020119510006.pdf - Published Version

Download (419kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
17. D-Daftar Pustaka-12020119510006.pdf - Published Version

Download (460kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
21 D-Fulltex PDF Bookmarks - 12020119510006.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Pembangunan di wilayah pesisir dan perubahan iklim mendorong terjadinya
degradasi lingkungan yang mengakibatkan perubahan sosial-ekonomi-ekologis
yang berdampak pada kehidupan masyarakat. Tujuan penelian ini adalah untuk
menganalisis profil daerah penelitian, perubahan sosail-ekonomi-ekologis,
kerentanan matapencaharian dan kesejahteraan nelayan skala kecil, respon adaptif,
serta tata kelola kawasan konservasi. Sebanyak 215 orang nelayan skala kecil
diambil sebagai sampel dengan multistages sampling. Penelitian ini menggunakan
pendekatan mixed methods untuk menjawab tujuan penelitian.
Kabupaten batang terletak di pesisir utara jawa dengan panjang pantai 38,75
km, memiliki kawasan konservasi dan lokasi pembangunan PLTU 2x100 MW.
Perubahan sosial-ekonomi-ekologis yang terjadi diwilayah pesisir Kabupaten
Batang tidak hanya disebabkan oleh perubahan iklim tetapi juga karena adanya
pembangunan PLTU yang dapat dilihat dari berdirinya bangunan, aktivitas
manusia, serta munculnya warung makan, tempat penitipan sepeda, kos-kosan,
ATM dan lain sebagainya. Sedangkan perubahan ekologis terjadi di wilayah pesisir
baik didarat maupun diperairan seperti kerusakan cemara laut, mangrove, terumbu
karang, kondisi perairan yang berdampak pada penurunan sumberdaya ikan sebagai
sumber matapencaharian nelayan.
Tingkat kerentanan mata pencaharian nelayan skala kecil di daerah penelitian
pada kategori “Sedang” dengan komponen yang paling rentan adalah
ketergantungan terhadap sektor perikanan. Tingkat kerentanan yang plaing tinggi
terjadi pada nelayan di Roban Barat. Sedangkan nilai rata-rata indeks kesejahteraan
nelayan skala kecil sebesar 61,94 dengan kategori “sedang”. Kemampuan nelayan
skala kecil dalam memperoleh akses modal dan kesejahteraan akan menghasilkan
komunitas nelayan skala kecil yang tangguh sehingga dapat mendorong nelayan
dari vulnerable menjadi viable. Model tata Kelola yang dipilih adalah kolaboratif
dengan biaya transaksi pembentukan kelembagaan sebesar Rp. 151.700.000 dengan
rasio efektifitas sebesar 0,155 maka menunjukkan bahwa biaya transaksi tersebut
relatif efektif.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: perubahan sosial-ekonomi-ekologis, kerentanan, kesejahteraan, kawasan konservasi, Batang.
Subjects: Economics and Business > Economic Sciences
Economics and Business
Divisions: Faculty of Economics and Business > Department of Economics and Development Studies
Depositing User: Gumantiko FEB
Date Deposited: 09 Mar 2026 02:09
Last Modified: 09 Mar 2026 02:09
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/46885

Actions (login required)

View Item View Item