Yasyfi, Muhamad Hanif and Suteki, Suteki and Wijaningsih, Dyah (2021) KONFLIK ANTAR NELAYAN AKIBAT PENGGUNAAN ALAT PENANGKAPAN IKAN (STUDI KASUS PENGGUNAAN ALAT PENANGKAPAN IKAN JENIS ARAD DI PERAIRAN KECAMATAN TEGAL BARAT KOTA TEGAL). _HUMAS 2021. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
Muhamad Hanif Yasyfi - cover.pdf Restricted to Repository staff only Download (642kB) |
|
|
Text
Muhamad Hanif Yasyfi - abstrak.pdf Download (167kB) |
|
|
Text
Muhamad Hanif Yasyfi - bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (547kB) |
|
|
Text
Muhamad Hanif Yasyfi - bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (607kB) |
|
|
Text
Muhamad Hanif Yasyfi - bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (302kB) |
|
|
Text
Muhamad Hanif Yasyfi - bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (721kB) |
|
|
Text
Muhamad Hanif Yasyfi - bab 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (277kB) |
|
|
Text
Muhamad Hanif Yasyfi - dapus.pdf Download (296kB) |
|
|
Text
Muhamad Hanif Yasyfi - lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Arad merupakan salah satu Alat Penangkapan Ikan (API) yang dilarang dioperasikan di seluruh jalur penangkapan ikan dan di seluruh Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik indonesia (WPPNRI) melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 71 Tahun 2016 (Permen KP Nomor 71 Tahun 2016 karena tergolong ke dalam pukat hela dasar berpapan (otter trawls). Akan tetapi,
pelarangan tersebut tidak dipatuhi oleh nelayan tradisional Tegal Barat sehingga menimbulkan konflik antara nelayan pengguna arad dan nelayan pengguna jaring tradisional (rampus). Oleh karena itu dirasa sangat penting untuk mengetahui alasan dibalik tidak dapat dipatuhinya aturan pelarangan arad yang menyebabkan dampak
berupa konflik yang begitu kompleks.
Tujuan penulisan hukum ini antara lain menemukan alasan yang
melatarbelakangi penggunaan arad, menjelaskan dampak penggunaan arad terhadap kelestarian lingkungan dan menjelaskan potensi konflik akibat adanya ketidakadilan dalam perolehan pendapatan nelayan, serta menjelaskan model penyelesaian konflik antar nelayan tradisional akibat penggunaan arad di perairan
Tegal Barat.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penulisan hukum ini yaitu pendekatan socio legal dengan jenis data kualitatif-kuantitatif. Pendekatan socio legal merupakan pendekatan yang menyasar terhadap studi hukum dengan menggunakan pendekatan ilmu hukum dan ilmu sosial. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder.
Hasil penelitian di dalam penulisan hukum ini antara lain: Pertama, alasan nelayan menggunakan arad antara lain karena ketersediaan ikan yang tidak selalu ada, kebutuhan ekonomi yang harus dipenuhi ketika musim paceklik, dan sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan masyarakat. Kedua, dampak penggunaan arad antara lain mengancam kepunahan biota dan kerusakan habitat, menyangkut jaring rampus hingga rusak, menurunkan hasil tangkap sehingga pendapatan nelayan menurun dan menyebabkan konflik yang berwujud ketidaksetujuan secara terang-terangan berupa pernyataan tegas tentang gagasan yang bertolak belakang dan
saling menentang, serta kerapkali beradu mulut pada saat konflik terjadi. Ketiga, model penyelesaian konflik yang dilakukan antara lain arbitrasi, kompromi, dan eliminasi, yang mana ketiganya dilakukan secara beriringan sehingga menyebabkan konflik menjadi mereda.
Kata Kunci : Arad, Konflik, Nelayan Tradisional, Socio Legal, Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2016
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Arad, Konflik, Nelayan Tradisional, Socio Legal, Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2016 |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 06 Mar 2026 08:00 |
| Last Modified: | 06 Mar 2026 08:00 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/46851 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
