Search for collections on Undip Repository

Self Inserted Foreign Rectal Body – Systematic Review

Kholid, Abdul and Prasetyo, Sigit Adi and Budiono, B. Parish (2026) Self Inserted Foreign Rectal Body – Systematic Review. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[thumbnail of Self Inserted Foreign Rectal Body – Systematic Review] Text (Self Inserted Foreign Rectal Body – Systematic Review)
ABSTRAK-KIP OLD ID.pdf

Download (167kB)

Abstract

Latar Belakang:Benda asing rektal yang dimasukkan sendiri (SIFRB) merupakan entitas klinis yang jarang terjadi namun semakin sering dilaporkan di unit gawat darurat. Kasus-kasus ini menimbulkan tantangan diagnostik dan terapeutik akibat rasa malu pasien, penundaan presentasi, variasi luas objek yang dimasukkan, dan potensi komplikasi kolorektal yang serius. Sintesis komprehensif bukti terkini diperlukan untuk mengarahkan pengelolaan yang aman dan efektif.
Metode:Ulasan literatur sistematis dilakukan sesuai dengan pedoman PRISMA. Pencarian dilakukan pada PubMed, Medline, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar pada tanggal 1 Maret 2025, menggunakan kombinasi istilah “rektal,” “kolorektal,” “kolon,” dan “benda asing.” Artikel yang diterbitkan dalam bahasa Inggris,Jerman, Italia, dan Prancis yang melaporkan data demografis, pendekatan diagnostik, dan pengelolaan terapeutik SIFRBs dimasukkan. Catatan duplikat, studi non-manusia, editorial, dan studi yang tidak memiliki data klinis yang cukup dikecualikan. Dari1.180 catatan yang diidentifikasi, 10 studi memenuhi kriteria inklusi, meliputi tinjauan sistematis, studi retrospektif, dan laporan kasus.
Hasil:SIFRBs terutama mempengaruhi pasien laki-laki (85%), dengan usia rata-rata 42 tahun. Stimulasi seksual merupakan motivasi paling umum (72%), diikuti oleh kondisi kejiwaan dan penyisipan yang tidak disengaja. Benda-benda yang sering dilaporkan meliputi alat seksual, benda kaca, wadah plastik, dan produk makanan. Diagnosis bergantung pada anamnesis yang teliti, pemeriksaan rektal digital, dan pencitraan, terutama radiografi abdomen dan computed tomography. Ekstraksi
non-bedah berhasil pada sekitar 65% kasus, sementara 35% memerlukan intervensi bedah. Komplikasi meliputi perforasi rektal, cedera sfingter anal, infeksi, dan perdarahan.
Kesimpulan:Penanganan benda asing rektal yang dimasukkan sendiri memerlukan pendekatan yang berpusat pada pasien, fleksibel, dan multidisiplin. Meskipun ekstraksi non- bedah sering berhasil, pengenalan dini komplikasi dan strategi pengobatan yang disesuaikan secara individual sangat penting untuk meminimalkan morbiditas dan mengoptimalkan hasil.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Benda asing rektal, benda asing yang dimasukkan sendiri, bedah kolorektal darurat, ekstraksi transanal, cedera rektal
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 09 Mar 2026 04:24
Last Modified: 09 Mar 2026 04:24
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/46794

Actions (login required)

View Item View Item