WINANDA, JEIHAN AQILA (2025) KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS SEBAGAI INDIKATOR KONDISI PERAIRAN DI KAWASAN EKOWISATA MANGROVE TAPAK, SEMARANG (25dsa657). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Jeihan Aqila Winanda 25dsa657 FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Daerah pesisir di Indonesia ditutupi dengan ekosistem mangrove, salah
satunya ekosistem mangrove Desa Tapak, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Ekosistem mangrove di Desa Tapak telah diubah menjadi tempat ekowisata, hasil
rehabilitasi pemerintah dan masyarakat setempat. Tujuan penelitian untuk
mengetahui keanekaragaman makrozoobentos, struktur komunitas mangrove, serta
mengetahui status kondisi perairan di Kawasan Ekowisata Mangrove Tapak.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survei dengan
pendekatan deskriptif kuantitatif. Klasifikasi kualitas perairan dilakukan
menggunakan metode AMBI (Azti Marine Biotic Index). Analisis mangrove
mencakup identifikasi jenis, kerapatan, dan indeks nilai penting (INP). Tekstur
sedimen diklasifikasikan dengan skala wentworth. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa makrozoobentos memiliki nilai keanekaragaman 2,46-3,02 dengan kategori
sedang hingga tinggi. Keanekaragaman tertinggi berada pada wilayah muara dan
keanekaragaman terendah pada wilayah dekat pemukiman. Kawasan Ekowisata
ditumbuhi oleh 3 jenis mangrove. Nilai INP spesies Avicennia marina sebesar 32%,
spesies Avicennia alba sebesar 26%, dan Rhizophora mucronata yang paling
mendominasi sebesar 242% dari total 300%. Wilayah dekat pemukiman sampai ke
muara memiliki tekstur sedimen berupa lumpur, sedangkan pada bibir pantai
bertekstur pasir. Hasil analisis kualitas air dengan metode Indeks Pencemaran (IP)
mendapati nilai 1,35-1,63 dikategorikan tercemar ringan. Nilai IP terendah ada pada
bibir pantai sebesar 1,35, sedangkan nilai IP tertinggi dekat pemukiman sebesar
1,63. Nilai AMBI di dekat pemukiman sekitar 0,629-1,031 dengan kategori tidak
tercemar, pada muara sekitar 0,633-1,253 dengan kategori sedikit tercemar, dan
pada bibir pantai sekitar 0,707-0,876 dengan kategori tidak tercemar. Hasil analisis
ini mencerminkan aktivitas ekowisata belum mempengaruhi kualitas perairan di
Kawasan Ekowisata Mangrove Tapak secara signifikan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | AMBI, makrozoobentos, mangrove, struktur komunitas. |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 06 Mar 2026 03:54 |
| Last Modified: | 06 Mar 2026 03:54 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/46774 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
