Mukarromah, Dina and Alfirdaus, Laila Kholid (2026) GENDER DAN KOMUNIKASI POLITIK : IBU NYAI DALAM MEMOBILISASI SUARA PADA PILKADA BANGKALAN 2024. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Dina Mukarromah_14010122140204_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (814kB) |
|
|
Text
Dina Mukarromah_14010122140204_Bab I.pdf - Submitted Version Download (554kB) |
|
|
Text
Dina Mukarromah_14010122140204_Bab II.pdf - Submitted Version Download (380kB) |
|
|
Text
Dina Mukarromah_14010122140204_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (636kB) |
|
|
Text
Dina Mukarromah_14010122140204_Bab IV.pdf - Submitted Version Download (178kB) |
|
|
Text
Dina Mukarromah_14010122140204_Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (200kB) |
|
|
Text
Dina Mukarromah_14010122140204_Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Bangkalan melekat erat dengan istilah Kota Santri yang lingkungannya dikenal dengan
daerah religius yang membentuk karakteristik masyarakat cenderung Sami’na
Waatho’na (saya mendengar saya taat) terhadap figur ulama’ di Bangkalan. Dengan
itu pusat sosial keagamaan dan politik mengarah pada figur ulama’. Di Bangkalan Ibu
Nyai merupakan figur ulama’ perempuan yang memiliki otoritas keagamaan dan
kharismatik kuat tidak hanya dikenal sebagai sosok istri dari Kiai saja dikalangan
masyarakat. Ibu Nyai memiliki modal untuk menjembatani partisipasi perempuan pada
ranah publik di lingkup budaya patriarki yang kuat di daerah Bangkalan.
Pilkada Bangkalan menjadi sebuah ruang untuk seluruh kalangan masyarakat agar
dapat berpartisipasi menyalurkan hak suaranya guna menjungjung nilai demokrasi di
Indonesia. Dalam dinamika politik Bangkalan ini juga mejadi pertarungan pengaruh
kultural dan keagamaan. Keterlibatan Ibu Nyai pada kampanye Pilkada di Bangkalan
menjadi fenomena yang menarik untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis peran keterlibatan Ibu Nyai dalam politik praktis pada saat kampanye
Pilkada berlangsung melalui komunikasi politik yang dilakukan oleh Ibu Nyai sebagai
bentuk representasi perempuan dan perspektif feminisme kultural digunakan sebagai
kerangka analisis untuk memahami praktik politik yang tidak bersifat konfrontatif yang
perannya berjalan melalui legitimasi kultural. Dalam penelitian ini menggunakan
metode Kualitatif deskriptif dan didukung sumber dari hasil wawancara peneliti
terhadap 17 informan dan data sekunder yang berupa laporan yang diperoleh baik
dari penelitian terdahulu, jurnal, buku, website,dan referensi lain.
Teori yang digunakan peneliti untuk menganalisis diantaranya Teori Komunikasi
Politik dan feminisme kultural. Hasil dari penelitian ini memaparkan bahwa
gerakan kampanye Ibu Nyai di Bangkalan masih bersifat implisit yang
memanfaatkan ruang sosial dan keagamaan dengan nilai nilai feminim. Kampanye
Ibu Nyai masih dilakukan dengan bentuk gerakan bawah tanah yang penyampaian
pesan politik hanya pada jaringan sosial yang dimilikinya meskipun demikian
kekuatan perempuan terkhususnya ibu ibu memiliki royalitas suara satu komando
kuat yang dapat mempengaruhi perubahan sikap pemilih.
Kata Kunci : Komunikasi Politik, Feminisme Kultural Ibu Nyai, Pilkada
Bangkalan
35 Ilmu Pemerintahan 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 05 Mar 2026 07:50 |
| Last Modified: | 05 Mar 2026 07:50 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/46703 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
