Herdiamansyah, Raffi and Astuti, Puji (2026) STRATEGI ANGGOTA DEWAN PEREMPUAN DALAM MEWUJUDKAN KEBIJAKAN DAN PROGRAM YANG BERPERSPEKTIF GENDER (STUDI DI DPRD JAWA TENGAH, KOTA SEMARANG TAHUN 2019 - 2024). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
Raffi Mahesa Putra Herdiamansyah_14010122140138_Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (690kB) |
|
|
Text
Raffi Mahesa Putra Herdiamansyah_14010122140138_BAB 1.pdf - Submitted Version Download (475kB) |
|
|
Text
Raffi Mahesa Putra Herdiamansyah_14010122140138_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (465kB) |
|
|
Text
Raffi Mahesa Putra Herdiamansyah_14010122140138_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (324kB) |
|
|
Text
Raffi Mahesa Putra Herdiamansyah_14010122140138_BAB 4.pdf - Submitted Version Download (123kB) |
|
|
Text
Raffi Mahesa Putra Herdiamansyah_14010122140138_Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (126kB) |
|
|
Text
Raffi Mahesa Putra Herdiamansyah_14010122140138_Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Keterwakilan perempuan dalam lembaga legislatif seringkali belum
berbanding lurus dengan kuatnya pengaruh dalam pengambilan keputusan. Di
DPRD Provinsi Jawa Tengah periode 2019–2024, kursi perempuan masih berada
sekitar 20% dan belum memenuhi target kuota afirmatif 30%, sehingga ruang
advokasi isu gender berhadapan dengan dinamika politik yang tetap didominasi
laki-laki. Penelitian ini bertujuan memahami hambatan serta tantangan yang
dialami anggota dewan perempuan dalam menyuarakan isu gender, sekaligus
menganalisis strategi yang dilakukan untuk mewujudkan kebijakan dan program
yang berperspektif gender.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksplanatif dengan
penguatan perspektif critical actor, critical mass, dan partisipasi politik sebagai
landasan penafsiran temuan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian berada di DPRD Provinsi Jawa
Tengah, Kota Semarang, dengan informan tujuh narasumber: enam anggota
dewan perempuan dan satu anggota dewan laki-laki, dipilih menggunakan
purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan hambatan utama berasal dari minimnya
representasi perempuan yang memunculkan tantangan struktural, kultural,
institusional, serta stigmatisasi sosial yang memarginalkan isu perempuan. Dalam
kondisi tersebut, anggota dewan perempuan menjalankan strategi: advokasi
melalui fungsi legislasi, anggaran, pengawasan; koalisi dan solidaritas melalui
KPPI; peningkatan kapasitas melalui dukungan partai; serta komunikasi politik
dan negosiasi melalui dukungan kelembagaan seperti BIMTEK. Temuan ini
menegaskan bahwa meski belum mencapai representasi ideal, tindakan
individu-individu yang aktif sebagai aktor kritis tetap bermakna dalam
mendorong perspektif gender masuk ke ruang keputusan formal.
Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penguatan
peran substantif anggota dewan perempuan melalui peningkatan kapasitas,
penguatan jejaring dan koalisi lintas aktor, serta peningkatan komitmen
kelembagaan dalam mendukung pengarusutamaan gender di DPRD Provinsi Jawa
Tengah.
Kata Kunci: anggota dewan perempuan; kebijakan berperspektif gender; DPRD Provinsi Jawa Tengah; critical actor; KPPI.
22 IlmuPemerintahan 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 05 Mar 2026 05:18 |
| Last Modified: | 05 Mar 2026 05:18 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/46670 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
