Rahayu, Wewen Kusumi and Purwanti, Ani and Astuti, Retno Sunu and Lituhayu, Dyah (2025) DINAMIKA KOLABORASI BERBASIS GENDER VALUE DALAM PELAKSANAAN PERLINDUNGAN PEREMPUAN DI KOTA SOLOK PROVINSI SUMATERA BARAT. Doctoral thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
cover_.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (468kB) |
|
|
Text
Bab 1_Wewen Kusumi Rahayu.pdf - Submitted Version Download (608kB) |
|
|
Text
Bab II_Wewen Kusumi Rahayu.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
bab III_Wewen Kusumi Rahayu.pdf - Submitted Version Download (321kB) |
|
|
Text
bab IV_Wewen Kusumi Rahayu.pdf - Submitted Version Download (274kB) |
|
|
Text
Bab V_Wewen Kusumi Rahayu.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Bab VI_Wewen Kusumi Rahayu.pdf - Submitted Version Download (266kB) |
|
|
Text
Bab VII_Wewen Kusumi Rahayu.pdf Download (260kB) |
|
|
Text
Dafpus_wewen kusumi rahayu.pdf Download (240kB) |
|
|
Text
lampiran_wewen kusumi rahayu.pdf Download (263kB) |
Abstract
Indeks Pemberdayaan Gender (IPG) Kota Solok pada tahun 2022 berada
pada urutan terendah ke dua untuk kategori pemerintahan kota di Provinsi
Sumatera Barat, yaitu 63,37 poin dan menurun menjadi 62,23 poin pada tahun
2023. IPG Kota Solok menunjukkan masih tingginya ketimpangan dalam
pemenuhan hak dan kebutuhan laki-laki dan perempuan pada bidang pendidikan,
kesehatan, kesempatan kerja dan politik, sehingga pemerintah harus memberikan
perlindungan terhadap perempuan salah satunya melalui pelaksanaan Peraturan
Daerah Kota Solok Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perlindungan Perempuan dan
Anak. Aktor pelaksana kebijakan perlindungan perempuan di Kota Solok
disebutkan pada pasal 5, yaitu pemerintah daerah, orang tua, keluarga, ninik
mamak, cadiak pandai, alim ulama, bundo kanduang, pemuka agama, masyarakat
dan lembaga yang bergerak di bidang perlindungan perempuan dengan cara
membangun kolaborasi. Terjadi dinamika di dalam berkolaborasi sehingga adanya
nilai gender lokal yang memberikan pengaruh sehingga masih terdapat
permasalahan dalam pemenuhan kebutuhan perempuan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran dengan desain
eksploratory sequential design untuk mengetahui dinamika kolaborasi yang
berbasis gender value dalam pelaksanaan perlindungan perempuan di Kota Solok.
Penelitian ini menggunakan teori dinamika kolaborasi Kirk Emerson dan
Nabatchi dengan metode Social Network Analysis (SNA) yang menunjukkan
perlindungan perempuan di Kota Solok dilakukan dengan membangun kolaborasi
antar tujuh aktor yang disebut juga dengan konsep Hepta Helix. Kebaharuan dari
penelitian ini adalah terdapat dua aktor yang belum dijelaskan dalam teori Penta
Helix, yaitu unsur kelompok terdampak dan unsur kelompok adat. Analisis SNA
menunjukkan bahwa terjadi dinamika kolaborasi sebesar 53% yang dipengaruhi
oleh nilai gender Empowering Feminities dan nilai Maskulinitas Feminitas dalam
kelas dan ras. Aktor yang menjadi pusat kolaborasi adalah Dinas Pemberdayaan
Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) dari unsur
pemerintah dengan nilai betweenness centrality 57,24 dan Bundo Kanduang dari
kelompok adat dengan nilai betweenness centrality 55,89.
Kata Kunci: Collaboration dynamics, Gender value, Women’s protection,
Affected groups, Traditional leaders, Hepta helix.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Doctor Program in Public Administration |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 05 Mar 2026 01:18 |
| Last Modified: | 05 Mar 2026 01:18 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/46612 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
