Search for collections on Undip Repository

Potensi dan Strategi Pengembangan Ekowisata Mangrove di Desa Tapak, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah

Alawiyah, Ermita Khusniyatul (2026) Potensi dan Strategi Pengembangan Ekowisata Mangrove di Desa Tapak, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah. Masters thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.

[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (142kB)
[thumbnail of 3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf] Text
3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (502kB)
[thumbnail of 7. ABSTRAK.pdf] Text
7. ABSTRAK.pdf

Download (231kB)
[thumbnail of 8. ABSTRACT.pdf] Text
8. ABSTRACT.pdf

Download (232kB)
[thumbnail of 9. DAFTAR ISI.pdf] Text
9. DAFTAR ISI.pdf

Download (192kB)
[thumbnail of 13. BAB I PENDAHULUAN.pdf] Text
13. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (308kB)
[thumbnail of 18. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
18. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (361kB)

Abstract

Ekowisata mangrove berperan penting dalam mendukung konservasi
ekosistem pesisir, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi lokal.
Desa Tapak, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, merupakan
salah satu kawasan dengan potensi ekowisata mangrove yang cukup besar, namun
pemanfaatannya masih terbatas sehingga diperlukan kajian komprehensif untuk
mendukung pengembangan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi dan menganalisis kawasan ekowisata mangrove Tapak
(komposisi–struktur vegetasi dan fauna asosiasi), menilai kesesuaian kawasan
untuk aktivitas ekowisata, mengestimasi daya dukung fisik kawasan, serta
merumuskan strategi pengembangan ekowisata yang selaras dengan kondisi
ekologis dan potensi biotanya. Pengumpulan data menggunakan metode purposive
sampling, plot kuadrat, point count dan wawancara. Analisis data menggunakan
indeks nilai penting (INP), indeks keanekaragaman jenis (H’), indeks kesesuaian
wisata (IKW), daya dukung fisik kawasan (DDK), SWOT dan AHP. Hasil
penelitian diperoleh 3 spesies mangrove yaitu Rhizophora mucronata, Rhizophora
stylosa, dan Avicennia marina dengan total 342 ind/ha, didominasi R. mucronata
(INP pancang 262,85%; pohon 213,05%). Kerapatan vegetasi mangrove tergolong
padat (pancang 17.600 ind/ha; pohon 7.000 ind/ha) dengan keanekaragaman rendah
(H’= 0,413). Fauna asosiasi yang beragam meliputi ikan, burung, reptil, crustacea,
gastropoda dan bivalvia. Indeks kesesuaian ekowisata mangrove di Desa Tapak
berada pada kategori S2 (sesuai), yaitu sebesar 72,5%. Kapasitas daya dukung fisik
ekowisata mangrove Tapak Semarang mencapai 1.160 orang/hari, dihitung
berdasarkan pemanfaatan ruang kawasan dan pengaturan waktu kunjungan
wisatawan. Strategi pengembangan ekowisata difokuskan pada menguatkan
konservasi mangrove berbasis masyarakat, mengoptimalkan keanekaragaman
mangrove dan fauna sebagai daya tarik edukasi, serta meningkatkan pengelolaan
wisata sesuai daya dukung lingkungan. Secara keseluruhan, ekowisata mangrove
Tapak layak dikembangkan, meskipun tetap memerlukan pengelolaan
berkelanjutan agar kondisi ekologis dan daya dukung kawasan tetap terjaga.
Kata Kunci: Ekowisata Mangrove, Indeks Kesesuaian Wisata, Daya Dukung
Kawasan, Strategi Pengembangan Ekowisata, Semarang.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Master Program in Biology
Depositing User: Suhersi Rahmadhani
Date Deposited: 04 Mar 2026 08:01
Last Modified: 04 Mar 2026 08:01
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/46601

Actions (login required)

View Item View Item