Juniarti, Astri (2026) Daya Remediasi Kadmium (Cd) Dan Respons Pertumbuhan Serai Wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) Pada Tanah Pascatambang Timah Yang Dikombinasikan Dengan Biochar. Masters thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (182kB) |
|
|
Text
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (75kB) |
|
|
Text
6. ABSTRACT.pdf Download (221kB) |
|
|
Text
8. DAFTAR ISI.pdf Download (132kB) |
|
|
Text
12. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (273kB) |
|
|
Text
17. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (259kB) |
Abstract
Biochar Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) berpotensi memperbaiki sifat
fisikokimia tanah pascatambang yang tercemar kadmium (Cd) sekaligus
meningkatkan efektivitas fitoremediasi dengan serai wangi. Penelitian ini betujuan
mengkaji pengaruh dosis biochar TKKS terhadap penurunan Cd tanah
pascatambang timah serta respons pertumbuhan dan potensi fitoremediasi serai
wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle). Metode penelitian dilakukan dengan
menanam bibit serai wangi dalam pot berisi tanah pascatambang tercemar Cd yang
ditambahkan biochar TKKS. Perlakuan kontrol berupa media tanpa tanaman.
Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 4×2 dengan
lima ulangan, terdiri atas faktor dosis biochar (0%, 5%, 10%, dan 15%) dan
keberadaan serai wangi. Parameter yang diamati meliputi pH tanah, kandungan Cd
tanah dan tanaman, faktor biokonsentrasi (BCF), bioakumulasi (BAF), translokasi
(TF), pertumbuhan vegetatif, biomassa, serta kandungan klorofil dan karotenoid.
Data dianalisis menggunakan uji t-independen, Kruskal-Wallis, dan Mann-Whitney
U sesuai distribusi data dan jumlah taraf yang tersisa. Hasil menunjukkan aplikasi
biochar TKKS 5–15% dengan maupun tanpa serai wangi meningkatkan pH (>
9,00). Dosis 5–15% tanpa serai wangi menurunkan Cd dengan penurunan terbesar
pada dosis 15%. Penurunan Cd tertinggi pada perlakuan tanpa biochar dengan serai
wangi (menjadi 22,94 mg/kg), berpotensi sebagai fitostabilisator dengan nilai BCF
> 1, TF < 1, dan BAF > 1. Penambahan dosis 5% menurunkan Cd secara nyata pada
jaringan akar dan tajuk serta menurunkan nilai BCF, BAF, dan TF menjadi < 1.
Dosis 5% meningkatkan pertumbuhan vegetatif serai wangi pada 7 HST, tetapi
efeknya menurun pada 14 HST, biomassa tajuk juga meningkat. Dosis 10–15%
menyebabkan kematian serai wangi. Biomassa akar, kandungan klorofil dan
karotenoid tidak dipengaruhi oleh penambahan dosis biochar. Kesimpulannya,
biochar TKKS dosis tinggi efektif menurunkan Cd, tetapi tidak mendukung
pertumbuhan serai wangi, sedangkan dosis 5% optimal mendukung pertumbuhan
serai wangi.
Kata Kunci: biochar TKKS, fitoremediasi, Cymbopogon nardus, kadmium, tanah
pascatambang timah
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Master Program in Biology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 04 Mar 2026 06:51 |
| Last Modified: | 04 Mar 2026 06:51 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/46547 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
