Pariantini, NLP Sintia and Anam, Moh Syarofil and Farida, Helmia (2026) Perbandingan Akurasi Diagnosis Pembacaan Foto Rontgen Dada dengan Kecerdasan Buatan qXR dan Metode Pembacaan Konvensional Dalam Mendiagnosis Tuberkulosis Paru Pada Remaja. Masters thesis, University of Diponegoro.
|
Text (Abstract-KTI)
Ni Luh Putu Sintia Pariantini-22040322310004-Tesis-Abstrak.pdf Download (86kB) |
Abstract
Latar Belakang:Tuberkulosis (TB) paru pada remaja masih menjadi tantangan diagnostik karena manifestasi klinis dan radiologis yang sering tidak khas serta sifat penyakit yang cenderung paucibasiler. Kondisi ini menyulitkan konfirmasi bakteriologis dan berpotensi menyebabkan keterlambatan diagnosis. Kecerdasan buatan berbasis computer-aided detection (CAD), seperti qXR, telah menunjukkan performa yang baik pada populasi dewasa, namun data mengenai penggunaannya pada remaja dalam setting penapisan aktif berbasis komunitas masih terbatas.
Metode:Penelitian ini merupakan studi potong lintang uji diagnostik yang dilakukan pada remaja usia 10–19 tahun di satu lokasi komunitas. Subjek dipilih melalui penapisan aktif berdasarkan gejala TB, riwayat kontak TB, dan/atau uji tuberkulin positif. Seluruh subjek menjalani pemeriksaan foto rontgen dada dan tes cepat molekuler (TCM) sputum sebagai baku emas. Foto rontgen dada diinterpretasikan menggunakan qXR dan secara independen oleh dokter spesialis radiologi anak serta dokter spesialis respirologi anak. Selain analisis terhadap baku emas TCM, dilakukan analisis alternatif menggunakan kriteria diagnosis TB klinis (possible TB).
Hasil:Sebanyak 193 subjek memenuhi kriteria inklusi dan seluruhnya menunjukkan hasil TCM negatif. Sistem qXR mengklasifikasikan seluruh foto rontgen dada sebagai tidak sugestif TB. Pembacaan oleh dokter spesialis radiologi anak dan respirologi anak masing-masing menilai 6,7% dan 12,1% subjek sebagai sugestif TB. Terhadap baku emas TCM, qXR menunjukkan spesifisitas sebesar 100%, sedangkan sensitivitas tidak dapat dihitung karena tidak adanya kasus TB terkonfirmasi. Pada analisis possible TB, qXR memiliki sensitivitas 0,0% dan spesifisitas 100%, sementara pembacaan klinisi menunjukkan sensitivitas yang lebih tinggi dengan spesifisitas yang tetap relatif tinggi. Kesesuaian antar pembaca klinisi berada pada tingkat sedang.
Kesimpulan:Pada populasi remaja berbasis komunitas dengan prevalensi TB rendah dan karakteristik penyakit yang paucibasiler, qXR menunjukkan spesifisitas yang sangat tinggi namun sensitivitas yang rendah, sehingga belum dapat menggantikan pembacaan konvensional oleh klinisi dalam skrining TB paru.
Kata kunci: TB paru, kecerdasan buatan, qXR, rontgen dada
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | TB paru, kecerdasan buatan, qXR, rontgen dada |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 03 Mar 2026 06:54 |
| Last Modified: | 03 Mar 2026 06:54 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/46417 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
