Andaya, Dewi Putri and Pratomo, Muhammad Faiq Adi (2026) CYBER RESILIENCE DAN SOCIAL ENGINEERING : CYBERSECURITY AWARENESS CAMPAIGN “BETTER CYBER SAFE THAN SORRY” DI SINGAPURA PADA TAHUN 2021. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
DEWI PUTRI ANDAYA_14050122120020_Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
DEWI PUTRI ANDAYA_14050122120020_BAB I.pdf Download (540kB) |
|
|
Text
DEWI PUTRI ANDAYA_14050122120020_BAB II.pdf Download (658kB) |
|
|
Text
DEWI PUTRI ANDAYA_14050122120020_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (989kB) |
|
|
Text
DEWI PUTRI ANDAYA_14050122120020_BAB IV.pdf Download (403kB) |
|
|
Text
DEWI PUTRI ANDAYA_14050122120020_Daftar Pustaka.pdf Download (535kB) |
|
|
Text
DEWI PUTRI ANDAYA_14050122120020_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (629kB) |
Abstract
Pada periode 2021 kejahatan cyber phishing di Singapura meningkat signifikan,
dengan kasus OCBC Bank Singapura menjadi sorotan karena menimbulkan
kerugian finansial besar dan melemahkan kepercayaan publik terhadap layanan
perbankan digital. Meskipun Singapura memiliki infrastruktur keamanan siber
yang relatif kuat melalui CSA, kasus ini menunjukkan adanya kesenjangan antara
kapasitas teknis, kebijakan peningkatan kesadaran siber, dan efektivitas
perlindungan terhadap serangan berbasis rekayasa sosial. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan CSA dalam
mengimplementasikan Cybersecurity Awarness campaign melalui kampanye
“Better Cyber Safe than Sorry” sebagai upaya pencegahan ancaman phishing.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk
memahami implementasi kebijakan kampanye secara komprehensif. Kerangka
analisis yang digunakan meliputi konsep human security, cyber resilience, dan
social engineering. Konsep human security digunakan untuk melihat phishing
sebagai ancaman terhadap personal security individu di ruang digital. Konsep cyber
resilience digunakan untuk menganalisis kemampuan institusi dan masyarakat
dalam mengidentifikasi, merespons, serta memulihkan diri dari serangan siber.
Sementara itu, konsep social engineering digunakan untuk menjelaskan bagaimana
manipulasi psikologis menjadi celah utama dalam keberhasilan serangan phishing.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye “Better Cyber Safe than Sorry”
telah meningkatkan pengetahuan dasar masyarakat mengenai ancaman phishing
dan praktik keamanan digital. Namun, kampanye tersebut belum mampu secara
konsisten membentuk perilaku pencegahan yang berkelanjutan terhadap serangan
berbasis rekayasa sosial. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan perubahan
perilaku digital masyarakat, kompleksitas teknik manipulasi sosial yang terus
berkembang, serta kebutuhan akan pendekatan literasi keamanan siber yang lebih
adaptif dan berorientasi pada penguatan kapasitas individu dalam menghadapi
ancaman rekayasa sosial.
Kata kunci: Cyber Phishing, Cyber Security Agency of Singapore (CSA), “Better
Cyber Safe than Sorry”
14. Hubungan Internasional 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 03 Mar 2026 03:45 |
| Last Modified: | 03 Mar 2026 03:45 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/46376 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
