Hartanto, Agung and Prasetyo, Agung Aji (2026) JEJUNAL DUPLICATION CYST : CASE REPORT AND LITERATURE REVIEW. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text (AGUNG HARTANTO_ 22040122320011_TESIS_ABSTRAK)
AGUNG HARTANTO_ 22040122320011_TESIS_ABSTRAK.pdf Download (98kB) |
Abstract
Latar Belakang: Kista duplikasi traktus alimentarius merupakan kelainan kongenital gastrointestinal yang jarang ditemukan. Presentasi klinisnya sering kali tidak spesifik dan menyerupai kondisi abdomen pediatrik yang lebih umum, sehingga menyulitkan penegakan diagnosis secara dini. Kista duplikasi jejunum tergolong sangat jarang dan dapat muncul dalam spektrum klinis yang luas, mulai dari asimtomatik hingga menyebabkan obstruksi usus akut yang mengancam jiwa. Perkembangan ultrasonografi prenatal resolusi tinggi telah meningkatkan kemampuan deteksi dini, sehingga memungkinkan evaluasi pascanatal terstruktur dan tata laksana bedah yang tepat waktu.
Laporan Kasus: Seorang bayi perempuan usia tiga bulan dirujuk dengan keluhan distensi abdomen progresif dan muntah non-bilier berulang. Riwayat antenatal menunjukkan adanya massa kistik intraabdomen non-spesifik yang terdeteksi pada ultrasonografi trimester kedua.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan massa teraba di kuadran kanan atas abdomen. Pemeriksaan CT scan dengan kontras menunjukkan lesi kistik berdinding tebal berukuran 3,9 × 3,9 × 3,3 cm yang berasal dari jejunum, sesuai dengan kista duplikasi jejunum, yang menyebabkan obstruksi parsial usus halus. Pasien menjalani laparotomi eksploratif. Temuan intraoperatif menunjukkan lesi kistik yang berbagi dinding dengan jejunum di sekitarnya. Dilakukan reseksi segmental jejunum dengan anastomosis primer ujung-ke-ujung. Perjalanan pascaoperasi berlangsung tanpa komplikasi, dan gejala pasien menghilang sepenuhnya. Pemeriksaan histopatologi mengonfirmasi kista duplikasi jejunum jinak tanpa adanya mukosa heterotopik atau displasia.
Diskusi: Kista duplikasi jejunum sering kali tidak bergejala, namun dapat menimbulkan gejala saluran cerna yang bervariasi tergantung pada lokasi, ukuran, bentuk, dan jenis mukosa kista. Reseksi bedah merupakan pilihan penanganan yang tepat karena risiko komplikasi seperti obstruksi, perdarahan, perforasi, dan bahkan transformasi menjadi keganasan yang jarang terjadi.
Kesimpulan: Laporan ini menekankan pentingnya mempertimbangkan kemungkinan kista duplikasi usus dalam diagnosis banding kondisi perut akut, terutama pada bayi dan anak-anak, guna memastikan penanganan yang tepat dan tepat waktu.
Kata kunci: Kista duplikasi jejunum, Kelainan bawaan, Massa abdomen
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Kista duplikasi jejunum, Kelainan bawaan, Massa abdomen |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 03 Mar 2026 03:13 |
| Last Modified: | 03 Mar 2026 03:13 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/46331 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
