Satwika, Hanindya Wara and Subhan, Muhammad (2026) PENGARUH PERGESERAN KONSTRUKSI IDENTITAS OLEH PEMERINTAH FILIPINA TERHADAP KELOMPOK ABU SAYYAF DALAM KEBIJAKAN KONTRA-TERORISME DI MINDANAO. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
HANINDYA WARA SATWIKA_14050122120022_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (834kB) |
|
|
Text
HANINDYA WARA SATWIKA_14050122120022_BAB I.pdf - Submitted Version Download (370kB) |
|
|
Text
HANINDYA WARA SATWIKA_14050122120022_BAB II.pdf - Submitted Version Download (376kB) |
|
|
Text
HANINDYA WARA SATWIKA_14050122120022_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (387kB) |
|
|
Text
HANINDYA WARA SATWIKA_14050122120022_BAB IV.pdf - Submitted Version Download (188kB) |
|
|
Text
HANINDYA WARA SATWIKA_14050122120022_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (214kB) |
|
|
Text
HANINDYA WARA SATWIKA_14050122120022_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (547kB) |
Abstract
Terorisme masih menjadi bentuk ancaman keamanan yang nyata bagi negara-
negara di dunia. Salah satunya adalah wilayah Mindanao di Filipina Selatan yang
terdampak aktivitas kelompok terorisme, terutama Abu Sayyaf Grup (ASG).
Kompleksitas konflik struktural menjadikan wilayah ini sebagai arena strategis bagi
perkembangan kelompok terorisme global. Meskipun hard approach efektif
meredam terorisme, namun meninggalkan dampak kekerasan yang berulang.
Sebagai bentuk komitmen, Filipina mengadopsi National Action Plan on
Preventing and Countering Violent Extremism (NAP-P/CVE) yang didalamnya
menuntut pendekatan whole of nation dengan penerapan hard approach dan soft
approach secara seimbang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
mengungkap pola interaksi baru yang dilakukan negara dalam implementasi NAP-
P/CVE, terkhusus pada program reintegrasi mantan militan ASG di Mindanao.
Metode kualitatif dan teknik content analysis digunakan dalam penelitian dengan
menghimpun data primer serta sekunder. Teori konstruktivisme berbasis identitas
dan konsep Disarmament, Demobilization, and Reintegration (DDR) digunakan
sebagai lensa analisis. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa melalui
NAP-P/CVE, Filipina telah mengalami pergeseran konstruksi kebijakan kontra-
terorisme yang didalamnya terdapat perubahan pemaknaan identitas terhadap ASG
di Mindanao. NAP-P/CVE menuntut pemerintah Filipina untuk menekankan upaya
dialogis dan kolaboratif, khususnya dalam proses reintegrasi mantan militan ASG,
meskipun masih dihadapkan pada tantangan stigma sosial, keterbatasan sumber
daya, dan konsistensi kebijakan.
Kata kunci: Abu Sayyaf Grup, Kontra-terorisme, Mindanao, NAP-P/CVE,
Reintegrasi Mantan Militan
No.13 Hubungan Internasional 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 02 Mar 2026 06:40 |
| Last Modified: | 02 Mar 2026 06:40 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/46298 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
