CRISINDI, VINSENSIA APRILIANA and Santoso, R. Slamet (2026) PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN ECENG GONDOK DI DESA KESONGO KECAMATAN TUNTANG KABUPATEN SEMARANG. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Vinsensia Apriliana Crisindi_14020122120018_Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (735kB) |
|
|
Text
Vinsensia Apriliana Crisindi_14020122120018_Bab 1.pdf - Submitted Version Download (885kB) |
|
|
Text
Vinsensia Apriliana Crisindi_14020122120018_Bab 2.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
Vinsensia Apriliana Crisindi_14020122120018_Bab 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text
Vinsensia Apriliana Crisindi_14020122120018_Bab 4.pdf - Submitted Version Download (277kB) |
|
|
Text
Vinsensia Apriliana Crisindi_14020122120018_Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (258kB) |
|
|
Text
Vinsensia Apriliana Crisindi_14020122120018_Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Rawa Pening di Kabupaten Semarang telah ditetapkan sebagai salah satu danau
prioritas nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2021 tentang
Penyelamatan Danau Prioritas Nasional, sehingga dilakukan berbagai upaya
pengendalian eceng gondok oleh Unit Operasi Pengendalian Rawa Pening IV (OP
IV) melalui metode fisik dan mekanis. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya
optimal karena belum mengatasi akar permasalahan utama yang mendorong
pertumbuhan eceng gondok akibat aktivitas manusia di sekitar danau, yang
berdampak pada pendangkalan danau serta terganggunya aktivitas ekonomi
masyarakat. Di sisi lain, masyarakat sekitar Rawa Pening, khususnya di Desa
Kesongo, masih menghadapi keterbatasan kemampuan dan keterampilan dalam
mengolah eceng gondok menjadi produk bernilai tambah, sehingga sebagian besar
eceng gondok dijual dalam bentuk mentah dengan nilai ekonomi yang rendah.
Keterbatasan akses terhadap modal, pasar, dan dukungan kelembagaan turut
menghambat optimalisasi pemanfaatan eceng gondok, yang kemudian mendorong
munculnya inisiatif masyarakat melalui Bengok Craft sebagai usaha berbasis
UMKM. Meskipun Bengok Craft menunjukkan peningkatan aktivitas usaha yang
ditandai dengan bertambahnya jumlah pesanan, kondisi tersebut belum diikuti oleh
peningkatan keterlibatan pengrajin aktif dalam proses produksi. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis proses pemberdayaan masyarakat melalui Bengok
Craft serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam
pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif
dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan masyarakat dilakukan
melalui tahapan penyadaran, pengkapasitasan, dan pendayaan, dengan faktor
pendukung berupa ketersediaan bahan baku, sarana prasarana produksi, dan
organisasi serta administrasi, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan
kualitas sumber daya manusia, kelemahan kelembagaan pendukung, dan tidak
tersedianya kebijakan pemerintah desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa
Bengok Craft berpotensi menjadi alternatif pengendalian eceng gondok sekaligus
pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, namun masih memerlukan
penguatan agar pemberdayaan berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Kata Kunci: pemberdayaan masyarakat, eceng gondok, Bengok Craft, Rawa
Pening
75. Administrasi Publik 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Public Administration |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 02 Mar 2026 04:51 |
| Last Modified: | 02 Mar 2026 04:51 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/46272 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
