Search for collections on Undip Repository

MODEL PENGUATAN PEMBANGUNAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP MELALUI PEMANFAATAN DANA DESA DI KABUPATEN SEMARANG

PRIYATNA, Fauzy Ade and Susilowati, Indah and Wicaksono, Purnawan Adi (2026) MODEL PENGUATAN PEMBANGUNAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP MELALUI PEMANFAATAN DANA DESA DI KABUPATEN SEMARANG. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[thumbnail of 1. COVER_30000123413008_Fauzy Ade Priyatna.pdf] Text
1. COVER_30000123413008_Fauzy Ade Priyatna.pdf

Download (215kB)
[thumbnail of 1. COVER LENGKAP_30000123413008_Fauzy Ade Priyatna.pdf] Text
1. COVER LENGKAP_30000123413008_Fauzy Ade Priyatna.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of 2. BAB I_30000123413008_Fauzy Ade Priyatna.pdf] Text
2. BAB I_30000123413008_Fauzy Ade Priyatna.pdf

Download (440kB)
[thumbnail of 3. BAB II_30000123413008_Fauzy Ade Priyatna.pdf] Text
3. BAB II_30000123413008_Fauzy Ade Priyatna.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 4. BAB III_30000123413008_Fauzy Ade Priyatna.pdf] Text
4. BAB III_30000123413008_Fauzy Ade Priyatna.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (327kB)
[thumbnail of 5. BAB IV_30000123413008_Fauzy Ade Priyatna.pdf] Text
5. BAB IV_30000123413008_Fauzy Ade Priyatna.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[thumbnail of 6. BAB V_30000123413008_Fauzy Ade Priyatna.pdf] Text
6. BAB V_30000123413008_Fauzy Ade Priyatna.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (248kB)
[thumbnail of 7. BAB VI_30000123413008_Fauzy Ade Priyatna.pdf] Text
7. BAB VI_30000123413008_Fauzy Ade Priyatna.pdf

Download (170kB)
[thumbnail of 8. DAFTAR PUSTAKA_30000123413008_Fauzy Ade Priyatna.pdf] Text
8. DAFTAR PUSTAKA_30000123413008_Fauzy Ade Priyatna.pdf

Download (270kB)
[thumbnail of 9. LAMPIRAN_30000123413008_Fauzy Ade Priyatna.pdf] Text
9. LAMPIRAN_30000123413008_Fauzy Ade Priyatna.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Gambaran pembangunan desa saat ini masih belum mempertimbangkan aspek lingkungan hidup. Arah pembangunan desa masih berorientasi pada pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, gedung, dan lainnya. Padahal, pembangunan lingkungan hidup erat kaitannya dengan pelayanan dasar masyarakat desa seperti pengelolaan sampah, penyediaan air bersih, hingga sanitasi. Pemerintah desa dan kepala desa memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan lingkungan hidup di tingkat desa. Salah satu caranya adalah dengan mengalokasikan anggaran dana desa untuk pembangunan lingkungan hidup. Dana desa menjadi sebuah instrumen keuangan yang memiliki potensi dimanfaatkan untuk pembangunan lingkungan hidup. Oleh karena itu, sebuah model pembangunan bidang lingkunan hidup melalui dana desa dibutuhkan agar dapat menjadi rujukan bagi desa-desa di Kabupaten Semarang.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi penyerapan dana desa pada pembangunan bidang lingkungan hidup di perdesaan Kabupaten Semarang, (2) menganalisis kesadaran stakeholder terhadap pembangunan bidang lingkungan hidup di perdesaan Kabupaten Semarang, dan (3) merancang desain penguatan pembangunan bidang lingkungan hidup melalui dana desa di perdesaan Kabupaten Semarang. Lokasi penelitian adalah Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan metode campuran. Metode kuantitatif yang digunakan adalah statistik deskriptif dan contingent valuation method. Metode kuantitatif digunakan untuk mengidentifikasi penyerapan dana desa untuk pembangunan lingkungan hidup dan merancang desain pembangunan lingkungan hidup. Metode kualitatif yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan triangulasi sederhana. Metode kualitatif digunakan untuk menganalisis kesadaran stakeholder terhadap pemahaman dan rekomendasi pembangunan lingkungan hidup. Sumber data penelitian berasal dari hasil observasi, wawancara, dan studi literatur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan bidang lingkungan hidup melalui dana desa hanya mencakup 3% dari total anggaran dana desa Kabupaten Semarang atau sekitar Rp. 18.449.090.817,-. Pengelolaan sampah menjadi rekomendasi pembangunan bidang lingkungan hidup untuk dianggarkan melalui dana desa dengan penekanan sebanyak 27 kali. Salah satu bentuk pengelolaan sampah yang dapat diimplementasikan oleh desa adalah TPS 3R. Desain TPS 3R penelitian ini memiliki ukuran panjang 20 meter dan lebar 15 meter, sehingga luasnya sekitar 350 meter persegi. TPS 3R memiliki beberapa area meliputi area pemilahan, area pengolahan sampah organik, area pengumpulan sampah anorganik, kantor, gudang, toilet, dan taman. Estimasi biaya pembangunan TPS 3R mencapai Rp. 1.081.000.000,-. Dengan adanya desain dan estimasi biaya pembangunan TPS 3R, maka diharapkan mampu menjadi rujukan bagi desa-desa di Kabupaten Semarang yang akan menggunakan anggaran dana desa untuk pengelolaan sampah.
Kata kunci: Desa, Pembangunan Desa, Dana Desa, Lingkungan Hidup, Sampah, TPS 3R, Semarang

The concept of rural development has yet to take environmental factors into account. The orientation of rural development is focused on infrastructure development, such as roads, bridges, buildings, and other facilities. In fact, environmental development is closely related to basic services for rural communities, such as waste management, clean water supply, and sanitation. Village governments and head of village have a crucial role in promoting environmental development at the rural level. For example, village governments should allocate village funds for environmental development. The village fund is a financial instrument that can be utilized for environmental development. Therefore, a model of environmental development through village funds is needed as a reference for villages in Semarang Regency.
This study aims to (1) identify the utilization of village funds for environmental development in rural areas of Semarang Regency, (2) analyze the stakeholder awareness of environmental development in rural areas of Semarang Regency, and (3) design a plan to strengthen environmental development through village funds in rural areas of Semarang Regency. The study area for this research is Semarang Regency, using a mixed-methods approach. The quantitative methods used are descriptive statistics and the contingent valuation method, which are used to examine the utilization of village funds for environmental development and to design environmental development programs. While the qualitative method with simple triangulation is used to analyze the stakeholder awareness of knowledge and recommendation for environmental development. The research data are collected from observations, interviews, and literature studies.
The results show that environmental development through the village funds accounted for only 3% of the total village funds in Semarang Regency, or approximately Rp. 18.449.090.817,-. Solid waste management has been recommended as an environmental development to be funded through village funds, with emphasis on 27 times. TPS 3R is a model of solid waste management that can be implemented by villages. TPS 3R designed in this study is 20 meters long and 15 meters wide, with an area of approximately 350 square meters. TPS 3R has several areas, such as the sorting area, organic waste treatment area, anorganic waste collection area, office, warehouse, toilet, and garden. The estimated cost of constructing TPS 3R is IDR 1.081.000.000,-. The design and estimated cost of constructing TPS 3R in this study are expected to serve as a reference for villages in Semarang Regency that will use village funds for solid waste management programs.
Keywords: Villages, Rural Development, Village Funds, Environment, Solid Waste, TPS 3R, Semarang

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Desa, Pembangunan Desa, Dana Desa, Lingkungan Hidup, Sampah, TPS 3R, Semarang
Subjects: Social Science and Political Science
Divisions: Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
Depositing User: ekana listianawati
Date Deposited: 26 Feb 2026 04:23
Last Modified: 26 Feb 2026 04:23
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/46073

Actions (login required)

View Item View Item