Search for collections on Undip Repository

PENGARUH METODE ENHANCED RECOVERY AFTER SURGERY (ERAS) PADA OUTCOME PASIEN YANG DILAKUKAN OPERASI PANKREATIKODUODENEKTOMI DI RSUP Dr. KARIADI

Wicaksono, Tri Edhie and Adrianto, Albertus Ari and Prabowo, Erik (2026) PENGARUH METODE ENHANCED RECOVERY AFTER SURGERY (ERAS) PADA OUTCOME PASIEN YANG DILAKUKAN OPERASI PANKREATIKODUODENEKTOMI DI RSUP Dr. KARIADI. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of TRI EDHIE WICAKSONO-22040223720001-KTI-ABSTRAK] Text (TRI EDHIE WICAKSONO-22040223720001-KTI-ABSTRAK)
TRI EDHIE WICAKSONO-22040223720001-KTI-ABSTRAK.pdf

Download (173kB)

Abstract

PENDAHULUAN: Pankretikoduodenektomi (PD) atau yang biasa disebut dengan whipple procedure merupakan satu-satunya terapi kuratif untuk kanker periampulla. Pada tahun 1940 hingga 1970, mortalitas akibat penkreatikoduodenektomi dilaporkan lebih dari 30% dan morbiditas dilaporkan lebih dari 70%. Namun, dengan meningkatnya pemahaman tentang penyakit yang mendasari, instrumen operasi, teknik, dan pengalaman dalam operasi ini dilaporkan dapat menurunkan angka mortalitas hingga dibawah 5%. Metode ERAS pada pankreatikoduodenektomi dikenalkan tahun 2012, dan diperbarui tahun 2019 telah terbukti berpengaruh menurunkan morbiditas dan mortalitas pada pasien yang dilakukan pankreatikodeuodenektomi
TUJUAN: Penelitian kami bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode ERAS pada outcome pasien yang dilakukan operasi pankreatikoduodenektomi di RSUP Dr. Kariadi
METODE: Penelitian retrospektif komparatif dilakukan pada 104 pasien yang menjalani PD periode 2019–2024. Pasien dibagi menjadi kelompok non ERAS (n=23) dan ERAS (n=81). Parameter yang dianalisis meliputi POPF, infeksi luka operasi (ILO), lama rawat inap (LOS), mortalitas 30 dan 90 hari, jumlah cairan dan perdarahan intraoperatif, serta lama operasi. Analisis statistik menggunakan uji Chi-square, Fisher’s exact, Mann–Whitney, dan independent t-test dengan tingkat signifikansi p<0,05.
HASIL: Implementasi ERAS menurunkan kejadian POPF secara signifikan dari 65,2% menjadi 32,1% (p=0,009). LOS juga menurun bermakna dari 12 hari menjadi 9 hari (p=0,023). Meskipun tidak signifikan secara statistik, mortalitas 30 dan 90 hari menunjukkan penurunan dari 34,8% menjadi 17,3% (p=0,067). Tidak ditemukan perbedaan signifikan pada ILO (p=0,210). Perbaikan signifikan ditemukan pada jumlah cairan intraoperatif, perdarahan, dan durasi operasi setelah penerapan ERAS (p<0,001).
KESIMPULAN: Penerapan ERAS memberikan dampak positif terhadap luaran pasien PD, terutama melalui penurunan POPF dan lama rawat inap. Tren penurunan mortalitas menunjukkan perbaikan klinis yang berarti. ERAS direkomendasikan sebagai standar perawatan perioperatif untuk meningkatkan kualitas layanan bedah pankreas.
KATA KUNCI: Enhanced Recovery After Surgery (ERAS), pankreatikoduodenenktomi, pancreatif fistula, Length of Stay, Perioperative Care, mortality

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Enhanced Recovery After Surgery (ERAS), pankreatikoduodenenktomi, pancreatif fistula, Length of Stay, Perioperative Care, mortality
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 26 Feb 2026 02:24
Last Modified: 26 Feb 2026 02:24
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/46029

Actions (login required)

View Item View Item