Search for collections on Undip Repository

HUBUNGAN FAKOR INDIVIDU, VISUAL DISPLAY TERMINAL, DAN INTENSITAS PENCAHAYAAN LOKAL TERHADAP KELUHAN COMPUTER VISION SYNDROME PADA PEKERJA INSTANSI PEMERINTAHAN KOTA SEMARANG

BARRA, AUDREY MANNUELA CHARITY BIYANG (2026) HUBUNGAN FAKOR INDIVIDU, VISUAL DISPLAY TERMINAL, DAN INTENSITAS PENCAHAYAAN LOKAL TERHADAP KELUHAN COMPUTER VISION SYNDROME PADA PEKERJA INSTANSI PEMERINTAHAN KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of REPO AUDREY.pdf] Text
REPO AUDREY.pdf - Published Version

Download (581kB)

Abstract

Penggunaan komputer dalam pekerjaan perkantoran yang meningkat berisiko menimbulkan Computer Vision Syndrome (CVS), yaitu kumpulan keluhan mata karena menggunakan perangkat digital dalam waktu lama pada jarak dekat, seperti mata kering, kelelahan mata, penglihatan kabur, dan sakit kepala. Secara global, sekitar 60 juta orang mengalami CVS dengan prevalensi 64–90% pada pengguna komputer. Survei awal di instansi pemerintahan Semarang menunjukkan 100% pekerja memiliki keluhan CVS. Kondisi ini berpotensi menurunkan kenyamanan dan produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor individu, VDT, dan intensitas pencahayaan lokal terhadap keluhan CVS. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 45 pekerja dari 7 ruang kerja dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVSQ) dengan pengukuran intensitas pencahayaan menggunakan lux meter serta ukuran VDT dan jarak pandang menggunakan meteran. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact. Sebanyak 31 pekerja (68,9%) mengalami keluhan CVS, dengan gejala terbanyak yaitu sakit kepala (68,9%) dan mata terasa gatal (64,4%). Variabel yang berhubungan dengan CVS meliputi waktu istirahat (p=0,016), kontras VDT (p=0,025), jarak pandang (p=0,016), dan intensitas pencahayaan lokal (p=0,000). Variabel yang tidak berhubungan meliputi usia (p=1,000), jenis kelamin (p=0,920), durasi penggunaan komputer (p=0,092), penggunaan kacamata (p=0,920), dan ukuran VDT (p=0,102). Keluhan CVS dialami oleh sebagian besar pekerja dengan faktor risiko utama meliputi waktu istirahat, kontras VDT, jarak pandang, dan intensitas pencahayaan lokal. Pekerja dengan keluhan CVS perlu melakukan istirahat singkat setelah menggunakan komputer 2-3 jam, menyesuaikan kecerahan layar monitor, dan menjaga jarak pandang minimal 50cm.

Kata Kunci : Computer Vision Syndrome; Intensitas Pencahayaan Lokal; Jarak Pandang; Visual Display Terminal

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Public Health
Divisions: Faculty of Public Health > Department of Public Health
Depositing User: endah nurkhayati
Date Deposited: 25 Feb 2026 07:56
Last Modified: 25 Feb 2026 07:56
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/46023

Actions (login required)

View Item View Item