Search for collections on Undip Repository

ANTARA SAKRAL DAN PROFAN DALAM TRADISI REJEBAN (Studi Kasus di Dusun Garon, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang)

SETYARINI, WIDYA (2024) ANTARA SAKRAL DAN PROFAN DALAM TRADISI REJEBAN (Studi Kasus di Dusun Garon, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang). Undergraduate thesis, Faculty Of Humanities.

[thumbnail of 1_FINAL DRAFT SKRIPSI WIDYA.pdf] Text
1_FINAL DRAFT SKRIPSI WIDYA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Tradisi dan budaya lokal memiliki kaitan dengan kehidupan sosial masyarakat dalam suatu daerah yang terbentuk melalui proses pengalaman manusia yang diwariskan secara turun temurun. Penelitian ini mengkaji tradisi Rejeban di Dusun Garon, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang dengan fokus pada unsur-unsur sakral dan profan yang terkandung dalam tradisi tersebut. Tradisi Rejeban merupakan tradisi dan budaya yang diselenggarakan dalam rangka bersih dusun pada bulan Rajab dalam kalender Hijriyah sebagai bentuk rasa syukur masyarakat petani Garon kepada alam dan Tuhan Yang Maha Kuasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dengan teknik purposive sampling untuk memahami tradisi Rejeban dari sudut pandang masyarakat Dusun Garon sebagai pemilik kebudayaan. Teori yang digunakan adalah teori Sakral Profan milik Mircea Eliade. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rejeban mengandung unsur-unsur sakral seperti sakralitas waktu pelaksanaan, ziarah makam leluhur, makam, doa, bancakan (sesaji) dan Kesenian Tayub yang menggambarkan hubungan masyarakat dengan hal-hal supernatural. Unsur profan terlihat dari kegiatan sehari-hari pada proses persiapan dan pelaksanaan acara yang melibatkan interaksi sosial dan aspek ekonomi seperti, musyawarah, makan bersama, gotong royong, hiburan kesenian dan bazar makanan. Penelitian ini menunjukkan bahwa Rejeban tidak hanya memperat hubungan sosial antar warga Dusun Garon, tetapi juga memperkuat ikatan dengan alam dan Tuhan. Tradisi ini merupakan manifestasi hierophany di mana yang sakral dan profan saling berinteraksi, menciptakan pengalaman dan makna mendalam bagi masyarakat Dusun Garon. Tradisi yang masih dilaksanakan hingga saat ini merupakan bentuk penghormatan dan pelestarian terhadap warisan leluhur dengan menjaga harmoni antara manusia, alam dan Yang Maha Kuasa.
Kata kunci: rejeban, sakral, profan, Dusun Garon, tradisi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 24 Feb 2026 03:25
Last Modified: 24 Feb 2026 03:25
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45812

Actions (login required)

View Item View Item