Search for collections on Undip Repository

ANALISIS DEKONSTRUKSI MAKNA MASKULINITAS PADA GRUP DANCE COVER OXYGEN DI KOTA SEMARANG

AGUSTIN, TRIAN DELA (2024) ANALISIS DEKONSTRUKSI MAKNA MASKULINITAS PADA GRUP DANCE COVER OXYGEN DI KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, Faculty Of Humanities.

[thumbnail of 1_FINAL DRAFT SKRIPSI TRIAN.pdf] Text
1_FINAL DRAFT SKRIPSI TRIAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Maskulinitas dan femininitas adalah konsep gender yang dibentuk oleh konstruksi sosial dan budaya yang menggambarkan seseorang dalam melihat dirinya sebagai maskulin atau feminin. Maskulinitas sering dikaitkan dengan sifat-sifat dominan, kuat, dan rasional, sementara femininitas sering dihubungkan dengan kelembutan, kepedulian, dan emosionalitas. Stereotip gender memperkuat peran tradisional ini dan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Adanya fenomena budaya populer, seperti Korean wave, memperkenalkan konsep maskulinitas baru, yang menggabungkan karakteristik maskulin dan feminin. Konsep ini menciptakan adaptasi baru dalam struktur maskulinitas dan memperluas pemahaman tentang gender di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi realitas peran gender maskulin yang terjadi dalam kehidupan para anggota grup dance cover Oxygen yang mendorong terbentuknya maskulinitas baru serta mengidentifikasi peran anggota grup dance cover Oxygen dalam menghadapi stigma dan stereotip yang berkembang di masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Semarang dengan metode kualitatif, Field note dan wawancara mendalam. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 6 orang. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori nature nurture oleh Richard A. Lippa dalam menjelaskan dekonstruksi makna maskulinitas yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota grup dance cover Oxygen menghadapi dan menantang stereotip maskulinitas ini melalui eksplorasi diri dan adopsi budaya K-Pop, yang menggabungkan elemen maskulinitas dan feminitas. Mereka mengekspresikan identitas mereka melalui penampilan, tarian, dan penggunaan atribut yang dianggap feminin, sehingga menciptakan ekspresi gender yang lebih inklusif dan menantang batasan-batasan gender tradisional. Penelitian ini menyoroti peran penting faktor lingkungan dan interaksi sosial dalam membentuk dan mendekonstruksi makna maskulinitas, memungkinkan individu untuk mengekspresikan diri dengan bebas dan mengatasi batasan-batasan sosial.
Kata Kunci: Maskulinitas, K-Pop, dance cover, gender.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 24 Feb 2026 03:19
Last Modified: 24 Feb 2026 03:19
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45810

Actions (login required)

View Item View Item