SUKMONO, DEVIALUNA SANDRA (2024) DINAMIKA MASYARAKAT MULTIKULTURAL DALAM INDUSTRI KULINER LUMPIA SEMARANG: FENOMENA PERPADUAN RASA DAN BUDAYA DI KAMPUNG BRONDONGAN DAN KAMPUNG KRANGGAN DALAM. Undergraduate thesis, Faculty Of Humanities.
|
Text
Devialuna Sandra Sukmono_Skripsi1.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Lumpia Semarang dikenal sebagai ikon kuliner Kota Semarang. Makanan ini memiliki keunikan dari sejarahnya, yaitu hasil akulturasi budaya Jawa-Tionghoa. Untuk melihat proses pencampuran yang terjadi, penelitain ini dikaji menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Melalui metode purposive sampling, penelitian ini berfokus pada masyarakat Kampung Brondongan dan Kranggan Dalam yang merupakan tempat produksi lumpia dan kulitnya. Penelitian ini bertujuan unutk menjelaskan proses pencampuran budaya dan prembagian peran dalam industri Lumpia Semarang menggunakan skema AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, Latency) yang dikemukakan oleh Talcott Parsons. Dalam konteks ini, metode ini menganalisis adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi, dan pemeliharaan pola pada masyarakat multikultural dalam keberlangsungan suatu industri kuliner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa industri Lumpia Semarang mencerminkan dinamika sosial, ekonomi, dan budaya Kota Semarang melalui interaksi masyarakat multikultural. Sebagai sebuah sistem, industri kuliner Lumpia Semarang berhasil dalam hal adaptasi, pencapaian tujuan, pengintegrasian berbagai elemen masyarakat, hingga pemeliharaan pola-pola pada makanan tersebut. Lumpia Semarang sebagai makanan peranakan mengalami adaptasi pada penggunan bahan-bahan makanannya sehingga mengalami perkembangan usaha. Popularitas Lumpia Semarang menarik perhatian Pemerintah Kota Semarang untuk mempopulerkannya sebagai makanan khas Semarang. Upaya ini turut melibatkan berbagai komponen masyarakat, seperti penjual, pengrajin kulit, konsumen, pemerintah, lembaga swasta, hingga media massa. Untuk menjaga keaslian, pewarisan usaha dan pemertahanan penggunaan bahan asli tetap dilakukan oleh penjual dan pemerintah. Interaksi dari berbagai kelompok ini menjadikan Lumpia Semarang sebagai industri unggulan Kota Semarang.
Kata Kunci: AGIL, Akulturasi, Asimilasi, Lumpia Semarang, Multikultural, Semarang.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 03:09 |
| Last Modified: | 24 Feb 2026 03:09 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45808 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
