TAYA, SARA ANA (2025) PENGARUH MINYAK PALA (Myristica fragrans houtt) SEBAGAI BAHAN ANESTESI TERHADAP KELULUSHIDUPAN dan PROFIL DARAH IKAN KOMET (Carassius auratus) DALAM TRANSPORTASI SISTEM TERTUTUP (25da507). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
SARA ANA TAYA 25da507 FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Aktivitas budidaya ikan komet masih mengalami banyak kendala yang
dihadapi oleh pembudidaya lokal yaitu cara mempertahankan kelulushidupan ikan
komet selama pendistrisbusian ke konsumen, mengingat ikan komet termasuk jenis
ikan hias yang harus diperjual belikan dalam keadaan hidup. Untuk meminimalisir
kematian pada proses transportasi dapat dilakukan dengan pemberian anestesi.
Anestesi pada ikan berfungsi untuk menginduksi keadaan tidak sadar sehingga
menurunkan laju metabolisme dan meminimalisir stress. Anestesi menggunakan
bahan kimia dapat meninggalkan residu dalam tubuh ikan yang berpengaruh bagi
kesehatan ikan. Alternatif lain adalah penggunaan anestesi dengan bahan alami
yang mengandung bahan anestetik seperti minyak pala. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi pengaruh dan menentukan dosis terbaik minyak pala sebagai
bahan anestesi terhadap ikan komet dalam transportasi sistem basah tertutup. Ikan
uji yang digunakan adalah ikan komet berukuran 6-8 cm. Metode yang digunakan
yaitu metode eksperimental, Rancangan Acak Lengkap (RAL), empat perlakuan
dosis minyak pala berbeda yaitu A (0 ml/L), B (4 ml/L), C (8 ml/L), dan D (12
ml/L), masing-masing dengan tiga ulangan selama 8 jam transportasi. Variabel yang
diamati meliputi waktu induksi, waktu sedatif, kelulushidupan pasca transportasi,
kelulushidupan pasca pemeliharaan 7 hari, dan profil darah yakni total eritrosit,
total leukosit, total hemoglobin, total hematokrit, dan kadar glukosa darah. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa penambahan minyak pala sebagai bahan anestesi
berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap waktu induksi, waktu sedatif, kelulushidupan
pasca pemeliharaan 7 hari, dan profil darah, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05)
terhadap kelulushidupan pasca transportasi. Dosis terbaik minyak pala sebagai
bahan anestesi yaitu 4 ml/L menghasilkan waktu induksi (3,92±0,30 menit), waktu
sedatif (3,75±0,33 menit), kelulushidupan pasca transportasi (100±0,00 %),
kelulushidupan pasca pemeliharaan 7 hari (100± 0,00%), total eritrosit (2,45±0,46
x 106 sel/mm3), total leukosit (4,99±0,39 x 104 sel/mm3), total hemoglobin
(7,93±0,31 g/dL), total hematokrit (22,40±3,56 %), dan kadar glukosa darah
(52,00±5,29 mg/dL).
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | anestesi, kelulushidupan, minyak pala, profil darah, transportasi |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 02:59 |
| Last Modified: | 24 Feb 2026 02:59 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45804 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
