Search for collections on Undip Repository

Proses Collaborative Governance dalam Penanganan Stunting di Kabupaten Brebes

Hanita, Arvida Rizzqie and Warsono, Hardi and Astuti, Retno Sunu (2025) Proses Collaborative Governance dalam Penanganan Stunting di Kabupaten Brebes. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.

[thumbnail of SAMPUL.pdf] Text
SAMPUL.pdf - Submitted Version

Download (2MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf - Submitted Version

Download (15MB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf - Submitted Version

Download (4MB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (11MB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version

Download (1MB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penanganan stunting merupakan agenda penting di Kabupaten Brebes, namun dalam
praktik proses kolaborasinya masih terjadi dominasi keterlibatan pemerintah dan kurang
memberdayakan aktor lain. Sehingga angka prevelensi stunting masih tergolong tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses collaborative governance dan
mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung proses collaborative governance
dalam penanganan stunting di Kabupaten Brebes. Metode penelitian yang digunakan
adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi
wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1)
Dalam melakukan penanganan stunting di Kabupaten Brebes, pemerintah sudah cukup
baik dan melibatkan aktor lain, namun masih belum merata dalam pembagian peran di
setiap aktor terlibat; 2) Implementasi program perlu dilaksanakan secara bersama supaya
lebih optimal; 3) Proses Collaborative Governance dilakukan dengan 3 tahapan yaitu
identifikasi hambatan dan peluang, strategi debat untuk mempengaruhi dan tindakan
kolaborasi. Faktor pendukung dan penghambat proses collaborative governance
dipengaruhi oleh faktor struktur sosial kultura dan kepentingan pemerintah, sehingga
perlu menahan ego sektoral dan adanya keterlibatan masyarakat dan sektor lainnya.
Rekomendasi yang diberikan yaitu pemerintah perlu menyediakan media komunikasi
dengan masyarakat dan menambah jejaring dari aktor lain sehingga masyarakat dapat
berpartisipasi aktif dalam proses kolaborasi penanganan stunting.
Kata Kunci:Proses Collaborative Governance, stakeholders, stunting, Brebes

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Social Science and Political Science
Divisions: Faculty of Social and Political Sciences > Master Program in Public Administration
Depositing User: Rusmanto MAP
Date Deposited: 23 Feb 2026 07:45
Last Modified: 23 Feb 2026 07:45
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45762

Actions (login required)

View Item View Item