HAKIM, TEGAR MUHAMMAD (2025) PENGARUH FREKUENSI PERENDAMAN HORMON TIROKSIN (T4) BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN LARVA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) (25da497). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Tegar Muhammad Hakim 25da497 FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Ikan gurami merupakan salah satu ikan air tawar yang memiliki nilai
ekonomis tinggi dan harga jual yang cenderung lebih mahal dibanding dengan
lainnya. Benih berkualitas dapat membuat kegiatan dapat berjalan dengan optimal.
Upaya untuk memperbaiki kualitas benih yaitu dengan meningkatkan pertumbuhan
dan metabolisme sel khususnya pada stadia larva dengan menggunakan pemberian
hormon tiroksin. Dosis dan lama waktu perendaman sudah pernah diteliti dan
memberikan hasil yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan
larva. Pemberian perlakuan frekuensi perendaman hormon tiroksin pada larva
diharapakan mampu berpengaruh terhadap kadar hormon yang diserap dalam tubuh
larva. Frekuensi ini berkaitan dengan kapasitas tubuh larva dalam menyerap
hormon. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh frekuensi perendaman
hormon tiroksin dan perlakuan frekuensi perendaman mana yang terbaik dengan
hormon tiroksin pada larva ikan gurami. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 3 –
18 Februari 2025 di Balai Benih Ikan Air Tawar Ngrajek, Magelang. Ikan uji yang
digunakan adalah larva ikan gurami yang berumur 3 hari setelah menetas sebanyak
50 ekor setiap wadah. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan
terdapat 3 ulangan. Perlakuan A (Tanpa frekuensi perendaman hormon tiroksin), B
(Frekuensi perendaman hormon tiroksin 3 hari sekali), C (Frekuensi perendaman
hormon tiroksin 4 hari sekali), dan D (Frekuensi perendaman hormon tiroksin 5
hari sekali). Hasil penelitian menunjukan bahwa frekuensi perendaman hormon
tiroksin terhadap larva ikan gurami berpengaruh nyata terhadap Laju Penyerapan
Kuning Telur, Pertumbuhan bobot, dan SGR. Perlakuan frekuensi perendaman
terbaik yaitu pada perlakuan C dengan frekuensi perendaman hormon tiroksin 4
hari sekali menunujukan laju penyerapan kuning telur sebesar 0,01289 mm3/jam,
pertumbuhan bobot mutlak sebesar 0,0180±0,0011 gram, pertumbuhan panjang
mutlak sebesar 3,4±0,2, SGR sebesar 10,7±0,37%/hari, dan angka kelulushidupan
sebesar 83,3%. Kualitas air selama penelitian yang masih dalam nilai kelayakan
yaitu suhu berkisar antara 26,2-31,9℃, pH berkisar antara 7,8-8,5, dan DO sebesar
3,89-5,99 mg/l.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Frekuensi perendaman, gurami, hormon, larva, tiroksin |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 20 Feb 2026 06:50 |
| Last Modified: | 20 Feb 2026 06:50 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45627 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
