Alqozali, Fajar and Bintoro, Aris Catur and Andhitara, Yovita and Widiastuti, Widiastuti and Budisulistyo, Trianggoro and Belladonna, Maria (2026) HUBUNGAN PEMBERIAN SEKRETOM INTRAVENA DOSIS BERULANG DENGAN EKSPRESI TRANSFORMING GROWTH FACTOR BETA-1 DAN LUARAN KLINIS MOTORIK: Studi Eksperimental Pada Tikus Wistar Model Stroke Iskemik. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (Cover-Abstrak)
Cover-Abstrak.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (Bab I)
Bab I.pdf Restricted to Registered users only Download (254kB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab II)
Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab III)
Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab IV)
Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab V)
Bab V.pdf Restricted to Registered users only Download (135kB) | Request a copy |
|
|
Text (Lampiran)
Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (15MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Stroke merupakan penyebab utama mortalitas dan disabilitas global yang menimbulkan beban sosio-ekonomi. Patogenesis stroke iskemik melibatkan kaskade inflamasi dan stres oksidatif yang menentukan progresivitas kerusakan jaringan. Transforming Growth Factor Beta 1 (TGF-β1) adalah sitokin anti-inflamasi yang berperan dalam neuroproteksi dan regenerasi pasca-iskemia. Sekretom sel punca mesenkimal menawarkan potensi terapi regeneratif melalui kandungan faktor pertumbuhan dan molekul imunomodulasi, namun bukti klinis mengenai durasi dan frekuensi pemberian yang optimal masih terbatas
Tujuan: Mengetahui hubungan pemberian sekretom dengan luaran klinis motorik pada tikus wistar model stroke iskemik.
Metode: Penelitian eksperimental dengan randomized control group design. Model stroke iskemik dengan ligasi a. carotis comunis (CCA). Tikus Wistar jantan dibagi 4 kelompok, kelompok Sham Operation (SO, 7 tikus), Kontrol (K, 7 tikus), Perlakuan 1 (P1, 7 tikus) dan Perlakuan 2 (P2, 7 tikus). Evaluasi luaran stroke dengan tes skor WHT sebelum ligasi CCA, hari ke-3, 7 dan 21 setelah perlakuan. Pemeriksaan ekspresi TGF-β1 pada hari ke-21 dinilai dengan PCR. Analisis statistik dilakukan untuk menilai hubungan pemberian sekretom intravena dosis berulang dengan ekspresi TGF-β1dan luaran klinis motorik beserta korelasinya.
Hasil: Terdapat luaran klinis motorik yang lebih baik pada hari ke-3, 7, dan hari ke-21 pada kelompok P2 dibandingkan P1 dan K. Ekspresi TGF-β1 di hari ke-21 lebih tinggi pada kelompok P2 dibandingkan P1 dan K.
Kesimpulan: Pemberian sekretom dosis berulang pada tikus model stroke iskemik menunjukan peningkatan ekspresi TGF-β1 dan luaran klinis stroke yang lebih baik.
Kata kunci: TGF-β1; ligasi CCA; luaran klinis motorik; Sekretom; Model Stroke Iskemik.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | Fajar Alqozali |
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: TGF-β1; ligasi CCA; luaran klinis motorik; Sekretom; Model Stroke Iskemik. |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 23 Feb 2026 02:42 |
| Last Modified: | 23 Feb 2026 02:42 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45620 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
