Rayhan, Muhammad and Irawati, Irawati (2026) PEMBATASAN PEMANFAATAN LAGU DALAM PERSPEKTIF HUKUM HAK CIPTA: STUDI KASUS AHMAD DHANI DAN ONCE MEKEL. _007 Dagang 2026. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
Muhammad Rayhan_COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (880kB) |
|
|
Text
Muhammad Rayhan_ABSTRAK.pdf Download (487kB) |
|
|
Text
Muhammad Rayhan_BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (623kB) |
|
|
Text
Muhammad Rayhan_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (804kB) |
|
|
Text
Muhammad Rayhan_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (916kB) |
|
|
Text
Muhammad Rayhan_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (398kB) |
|
|
Text
Muhammad Rayhan_DAFPUS.pdf Download (548kB) |
Abstract
Penelitian ini menganalisis otoritas pembatasan pemanfaatan lagu dalam perspektif hukum hak cipta dengan mengkaji studi kasus sengketa antara Ahmad Dhani dan Once Mekel terkait kepemilikan dan pemanfaatan karya musik. Permasalahan hukum yang dikaji meliputi aspek yuridis mengenai sejauh mana pemegang hak cipta memiliki kewenangan untuk membatasi penggunaan karyanya oleh pihak lain meskipun ketentuan hukum memberikan ruang bagi penggunaan secara komersial melalui mekanisme royalti, serta analisis apakah keberadaan Lembaga Manajemen Kolektif dapat sepenuhnya mewakili hak dan kewenangan pencipta dalam memberikan izin atas penggunaan karya ciptaannya.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus (case approach) dan pendekatan perundang-undangan (statute approach), dengan menganalisis ketentuan hukum hak cipta, literatur hukum yang relevan, serta dokumen-dokumen otentik terkait kasus yang ditelaah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penafsiran dalam ketentuan hukum hak cipta yang memperuncing perselisihan antara kedua pihak, di mana Ahmad Dhani sebagai pencipta merasa memiliki otoritas penuh melarang siapapun menyanyikan karyanya tanpa persetujuan dan kompensasi royalti, sementara Once Mekel berpegang pada ketentuan yang memungkinkan penyanyi membawakan karya orang lain selama membayar royalti melalui Lembaga Manajemen Kolektif meski tanpa persetujuan langsung dari pencipta.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun pembayaran royalti melalui Lembaga Manajemen Kolektif dibenarkan oleh hukum, pencipta tetap memiliki hak moral untuk memberi atau menolak izin eksplisit terhadap penggunaan karyanya, sehingga diperlukan klarifikasi hukum mengenai batasan kewenangan pencipta agar tidak bertentangan dengan prinsip keadilan bagi pelaku pertunjukan dan penyelarasan antara hak eksklusif pencipta dengan hak pengguna karya musik.
Kata Kunci: Hak Cipta, Pemanfaatan Lagu, Otoritas Pencipta, Hak Moral, Lembaga Manajemen Kolektif
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hak Cipta, Pemanfaatan Lagu, Otoritas Pencipta, Hak Moral, Lembaga Manajemen Kolektif |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Mr Perpus FH1 |
| Date Deposited: | 19 Feb 2026 07:48 |
| Last Modified: | 19 Feb 2026 07:48 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45553 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
