Search for collections on Undip Repository

SISTEM PENANGGALAN ABOGE (Studi Penggunaan dan Sakralitas Kalenderial Jawa pada Masyarakat Desa Kedungmulyo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali)

Akbar, Muhammad Farid (2024) SISTEM PENANGGALAN ABOGE (Studi Penggunaan dan Sakralitas Kalenderial Jawa pada Masyarakat Desa Kedungmulyo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali). Undergraduate thesis, Faculty Of Humanities.

[thumbnail of Muhammad Farid Akbar_13040220140080_SISTEM PENANGGALAN ABOGE (Studi Penggunaan dan Sakralitas Kal.pdf] Text
Muhammad Farid Akbar_13040220140080_SISTEM PENANGGALAN ABOGE (Studi Penggunaan dan Sakralitas Kal.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Skripsi ini membahas tentang penggunaan dan sakralitas sistem penanggalan Aboge yang digunakan di Desa Kedungmulyo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. Tujuan penelitian skripsi ini adalah untuk memahami dan mendapatkan pemahaman terkait penggunaan sistem penanggalan Aboge sekaligus mengungkap kesakralan pada penggunaannya di masyarakat Desa Kedungmulyo. Penelitian ini menggunakan teori sakral dan profan yang dikembangkan oleh Mircea Eliade serta teori interpretivisme simbolik dan agama Jawa Abangan yang dikembangan oleh Clifford Geertz. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi untuk mendapatkan sudut pandang langsung dari pengguna Aboge ataupun sesepuh desa yang menguasai pemahaman atas sistem penanggalan Aboge. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi karena berupaya melihat suatu fenomena atau permasalahan terkait sosiokultural suatu kelompok masyarakat secara nyata dan rinci. Teknik pengambilan data dilakukan melalui proses observasi, wawancara secara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penanggalan Aboge memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Kedungmulyo. Masyarakat disana menggunakan Aboge sebagai sistem penanggalan kalender serta sistem perhitungan yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari mereka. Dalam penggunaannya tersebut, terdapat aspek-aspek sakral yang berhubungan dengan waktu baik yang dapat digunakan atau waktu buruk yang tidak dapat digunakan. Sakral bagi masyarakat Kedungmulyo adalah suatu hal yang tidak boleh dilanggar. Mereka percaya jika melanggar “Yang Sakral” tersebut akan membawa dampak buruk bagi kehidupan mereka yang didasari atas mitos atau cerita dari orang tua mereka. Oleh karena itu, mereka tetap mematuhi dan menggunakan sistem penanggalan Aboge hingga saat ini.
Kata Kunci: Sistem Penanggalan Aboge, Kedungmulyo, Penggunaan, Sakralitas

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 19 Feb 2026 04:42
Last Modified: 19 Feb 2026 04:42
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45510

Actions (login required)

View Item View Item