Al-ghiffarri, Muhammad Syafiq Ridho (2024) STIGMA DAN SIVILISASI ORANG-ORANG GELANDANGAN (Studi Kasus Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo Semarang). Undergraduate thesis, Faculty Of Humanities.
|
Text
skripsi final_Muhammad Syafiq Ridho.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Gelandangan merupakan salah satu fenomena sosial yang mencerminkan adanya kemiskinan, baik dalam aspek sosial, ekonomi, dan budaya di wilayah perkotaan. Gelandangan sering kali ditempatkan dalam lapisan sosial paling bawah di dalam kelas masyarakat sehingga mereka dikenal sebagai individu ataupun kelompok yang tinggal di jalanan dengan kehidupan yang keras, hidup dalam ketidakpastian, dan jauh dari kenyamanan. Dampaknya, gelandangan sering mendapat banyak stigma negatif atas keberadaan mereka di suatu wilayah tertentu. Penelitian ini dilaksanakan di Panti Pelayanan Sosial PGOT (Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar) Mardi Utomo Semarang yang bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan stigma yang dialami oleh gelandangan, baik sebelum maupun setelah masuk ke Panti PGOT Mardi Utomo Semarang hingga menelusuri proses pembudayaan yang terjadi di panti sebagai arena baru atas kondisi uncivilized menjadi civilized bagi gelandangan. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Metode tersebut digunakan agar bisa mendapatkan data yang mendalam mengenai pengalaman hidup gelandangan dengan stigma yang melekat pada diri mereka, serta upaya pembudayaan atau sivilisasi yang terjadi di panti. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling, diperuntukkan bagi warga binaan yang secara penuh terlibat pada kegiatan menggelandang, serta sudah tinggal di panti minimal selama 3 bulan. Penelitian ini menggunakan teori praktik sosial yang dicetuskan oleh Pierre Bourdieu sebagai unit analisis dengan berpaku pada konsep habitus, modal, dan arena. Hasil penelitian menemukan beberapa stigma yang orang gelandangan sandang, seperti dianggap sebagai sumber bahaya dan kriminalitas, kotor dan bau yang merupakan sumber dari segala macam penyakit, sampah masyarakat, orang gila yang pada akhirnya berujung mendapatkan berbagai penolakan, diskriminasi, dan isolasi sosial. Melalui konsep habitus dan modal, penelitian ini menunjukkan pergolakan habitus dari gelandangan dan habitus yang ingin dibentuk panti sebagai arena baru, serta berbagai bentuk perjuangan dalam mendapatkan modal ekonomi, budaya, dan sosial untuk menghilangkan stigma sebagai gelandangan.
Kata kunci: gelandangan, stigma, habitus, sivilisasi, Panti PGOT Mardi Utomo.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 19 Feb 2026 04:13 |
| Last Modified: | 19 Feb 2026 04:13 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45503 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
