SINABUTAR, THOMAS PRAYOGA and Roisah, Kholis and Susetyorini, Peni (2020) IMPLIKASI PEMUTUSAN HUBUNGAN DIPLOMATIK ARAB SAUDI, UNI EMIRAT ARAB, DAN BAHRAIN DENGAN QATAR TERHADAP KEBERLANGSUNGAN GULF COOPERATION COUNCIL. _031 HI 2020. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
31Thomas Prayoga Sinabutar-cover.pdf Restricted to Repository staff only Download (294kB) |
|
|
Text
31Thomas Prayoga Sinabutar-abstrak.pdf Download (11kB) |
|
|
Text
31Thomas Prayoga Sinabutar-bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (145kB) |
|
|
Text
31Thomas Prayoga Sinabutar-bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (233kB) |
|
|
Text
31Thomas Prayoga Sinabutar-bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (81kB) |
|
|
Text
31Thomas Prayoga Sinabutar-bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (172kB) |
|
|
Text
31Thomas Prayoga Sinabutar-bab 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (12kB) |
|
|
Text
31Thomas Prayoga Sinabutar-dapus.pdf Download (98kB) |
Abstract
Praktik diplomasi yang telah berlangsung demikian lamanya pada awalnya hanya dilakukan berdasarkan hukum kebiasaan. Lahirnya Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik hadir sebagai sebuah dasar yang baku untuk mengatur hubungan diplomatik secara tertulis, termasuk pengaturan tentang pemutusan hubungan diplomatik. Permasalahan yang diteliti dalam penulisan hukum ini ialah mengenai analisis hukum proses pemutusan hubungan diplomatik yang terjadi di antara Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain terhadap Qatar, serta bagaimana implikasi pemutusan hubungan diplomatik tersebut terhadap keberlangsungan Gulf Cooperation Council.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Sementara itu, spesifikasi penelitian yang digunakan ialah deskriptif analitis. Dalam melakukan pengumpulan data, metode yang digunakan ialah studi kepustakaan yang merupakan data sekunder. Analisis data dilakukan dengan metode kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemutusan hubungan
diplomatik yang dilakukan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain terhadap Qatar sesuai dan tidak melanggar ketentuan dalam Konvensi Wina 1961. Namun, terdapat beberapa hal yang menyalahi ketentuan dalam Resolusi Majelis Umum PBB Nomor A/Res/36/103 dan juga Resolusi HRC Nomor 33/2 tentang Keamanan Jurnalis. Pemutusan hubungan diplomatik tersebut juga secara ekonomi berimplikasi pada terhambatnya integrasi ekonomi negara teluk, serta berkurangnya kegiatan ekspor-impor intra-Gulf Cooperation Council. Secara politik berimplikasi pada hilangnya dependensi Qatar terhadap Arab Saudi, meningkatnya hubungan Iran-Qatar, serta keberhasilan Qatar membuat kerja sama dengan negara di luar teluk. Secara hukum berimplikasi pada kewajiban negara anggota Gulf Cooperation Council untuk melaksanakan perjanjian dalam
organisasi meskipun tidak terikat hubungan diplomatik.
Kata kunci: Implikasi, Diplomatik, Gulf Cooperation Council
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Implikasi, Diplomatik, Gulf Cooperation Council |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 19 Feb 2026 03:39 |
| Last Modified: | 19 Feb 2026 03:39 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45492 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
