PURWITA, Nurul (2026) Pengembangan Pakan Fungsional Larva Kepiting Bakau melalui Enkapsulasi Vitamin C dalam Liposom-Polisakarida Caulerpa lentillifera. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
01. Cover.pdf Download (222kB) |
|
|
Text
03. Halaman Pengesahan.pdf Download (40kB) |
|
|
Text
04. Kata Pengantar.pdf Download (206kB) |
|
|
Text
09. Abstrak Bahasa Indonesia.pdf Download (230kB) |
|
|
Text
10. Abstrak Bahasa Inggris.pdf Download (183kB) |
|
|
Text
11. BAB I.pdf Download (252kB) |
|
|
Text
16. Daftar Pustaka.pdf Download (222kB) |
|
|
Text
05. Daftar Isi.pdf Download (201kB) |
Abstract
Kepiting bakau merupakan spesies dengan tingkat kelulushidupan yang
rendah, terutama pada fase larva hingga megalopa. Vitamin C dianggap sebagai
solusi untuk meningkatkan kelulushidupan larva, namun mudah mengalami
degradasi sehingga memerlukan enkapsulasi menggunakan liposom. Liposom juga
rentan mengalami kebocoran, sehingga diperlukan pelapisan tambahan, seperti
polisakarida dari Caulerpa lentillifera. Tujuan penelitian ini adalah menilai potensi
polisakarida C. lentillifera sebagai pelapis liposom vitamin C untuk meningkatkan
stabilitas, efisiensi enkapsulasi, dan pertumbuhan larva kepiting bakau. Penelitian
dilakukan dalam tiga tahap, meliputi ekstraksi dan karakterisasi polisakarida C.
lentillifera menggunakan metode ekstraksi air panas, pembuatan serta karakterisasi
liposom-vitamin C dengan dan tanpa lapisan polisakarida, serta uji aplikasi pada
larva kepiting. Hasil menunjukkan rendemen ekstrak polisakarida asal Karawang
sebesar 16,84% dan Jepara 25,17% dengan berat molekul 20,09 kDa yang tergolong
polisakarida sulfat. Efisiensi enkapsulasi vitamin C mencapai 96,67% pada liposom
(CAL) dan 97,02% pada liposom berlapis polisakarida (CALL). Laju pelepasan
CALL (0,35% pada 24 jam) lebih lambat dibanding CAL (0,4% pada 4 jam),
menunjukkan peran polisakarida dalam memperlambat laju rilis vitamin C. Ukuran
partikel CALL (636,7 nm) lebih besar dibanding CAL (378 nm), sedangkan zeta
potensial keduanya mendekati 0 mV. Aplikasi pakan fungsional CALL-A (0,8 mg/L
vitamin C) menghasilkan kelulushidupan larva tertinggi, yakni 3,74%. Secara
keseluruhan, polisakarida C. lentillifera efektif meningkatkan stabilitas liposom
dan kinerja vitamin C sebagai pakan fungsional larva.
Kata Kunci: Caulerpa lentillifera, kepiting bakau, liposom, vitamin C
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry |
| Depositing User: | Yemima Laras Sekarsari |
| Date Deposited: | 19 Feb 2026 03:08 |
| Last Modified: | 19 Feb 2026 03:08 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45478 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
