AZIS, Ibrahim Mul Abdul (2026) Studi Kekuatan Mekanik Semen Kalsium Fosfat β-TCP/SiO2 Dengan Variasi Kadar SiO2. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
01. Cover.pdf Download (131kB) |
|
|
Text
03. Halaman Pengesahan.pdf Download (116kB) |
|
|
Text
04. Abstrak.pdf Download (139kB) |
|
|
Text
05. Abstract.pdf Download (138kB) |
|
|
Text
06. Kata Pengantar.pdf Download (110kB) |
|
|
Text
07. Daftar Isi.pdf Download (437kB) |
|
|
Text
11. Bab I.pdf Download (165kB) |
|
|
Text
17. Daftar Pustaka.pdf Download (404kB) |
Abstract
Beta-Trikalsium fosfat (β-TCP) adalah bahan biomaterial yang banyak diimplementasikan
dalam rekayasa jaringan tulang karena sifatnya yang biokompatibel, osteokonduktif, dan dapat
terurai secara alami. Namun, kelemahan utama dari β-TCP adalah kekuatan mekaniknya yang
rendah dan laju degradasi yang relatif cepat untuk peningkatkan kinerja β-TCP, ditambahkan
silikon dioksida (SiO₂) yang dikenal memiliki sifat mekanik dan bioaktivitas yang baik. Tujuan
penelitian ini untuk mengkaji pengaruh variasi kadar SiO₂ terhadap karakteristik mekanik dan
struktur kimia dari komposit β-TCP/SiO₂.
Komposit β-TCP/SiO₂ dibuat dengan mencampurkan β-TCP hasil sintesis dengan silika
pada variasi kadar 0,5; 1; 1,5; 2; dan 2,5 gram, yang ekuivalen dengan persentase berat SiO₂
sebesar 17%–50%. Larutan Na₂HPO₄ 5% digunakan sebagai fasa cair untuk membentuk pasta
komposit. Proses sintesis β-TCP dilakukan menggunakan metode sol-gel dengan prekursor
Ca(NO₃)₂·4H₂O dan KH₂PO₄. Komposit yang terbentuk kemudian dikeringkan pada suhu ruang
dan dikarakterisasi menggunakan FTIR, XRD, SEM-EDX, serta diuji kekuatan tekan
mengimplementasikan
Universal Testing Machine (UTM).Hasil FTIR menunjukkan peningkatan intensitas pita
serapan gugus Si–O–Si pada 1100 cm⁻¹, 805 cm⁻¹, dan 466 cm⁻¹ seiring bertambahnya kadar silika,
sedangkan pita serapan fosfat dari β-TCP mengalami penurunan. Uji XRD mengonfirmasi
keberadaan fasa kristalin β-TCP yang dominan, meskipun terjadi modifikasi kecil pada pola
difraksi. Pengujian kekuatan tekan menunjukkan bahwa sampel dengan penambahan silika 1 gram
(29%) memiliki kekuatan tekan tertinggi (Fmax = 79,92 N), sementara penambahan silika yang
lebih tinggi justru menyebabkan penurunan kekuatan mekanik. Analisis morfologi dengan SEM
EDX memperlihatkan bahwa SiO₂ terdistribusi merata dalam matriks β-TCP dengan struktur
berpori yang mendukung aplikasi sebagai biomaterial. Dengan demikian, formulasi β-TCP/SiO₂
dengan 1 gram silika merupakan komposisi paling optimal untuk aplikasi rekayasa jaringan tulang.
Kata Kunci: Beta-tricalcium phosphate, Komposit, Metode Sol-gel, Silika, Scaffold Tulang.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry |
| Depositing User: | Yemima Laras Sekarsari |
| Date Deposited: | 19 Feb 2026 02:59 |
| Last Modified: | 19 Feb 2026 03:00 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45473 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
