ZAHRO, Audia (2026) Karakterisasi Senyawa Bioaktif Postbiotik dan Identifikasi Molekuler Isolat SA-4 BAL Sawi Asin (Brassica rapa L.) dengan Sekuensing Gen 16s rRNA dan MALDI-TOF MS. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
01. Cover.pdf Download (84kB) |
|
|
Text
02. Halaman Pengesahan.pdf Download (191kB) |
|
|
Text
03. Kata Pengantar.pdf Download (124kB) |
|
|
Text
04. Abstrak.pdf Download (138kB) |
|
|
Text
05. Daftar Isi.pdf Download (99kB) |
|
|
Text
08. BAB 1.pdf Download (138kB) |
|
|
Text
13. Daftar Pustaka.pdf Download (209kB) |
Abstract
Postbiotik merupakan cell-free supernatant yang mengandung senyawa metabolit
sekunder, seperti asam organik, peptida antimikroba, dan enzim, dengan potensi
sebagai agen bioaktif. Penelitian ini menggunakan isolat SA-4 dari pangan fermentasi
sawi asin (Brassica rapa L.) yang menunjukkan aktivitas antibakteri tinggi. Tujuan
penelitian adalah untuk mengkarakterisasi senyawa bioaktif berdasarkan tingkat
kepolaritasannya menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), serta
mengidentifikasi spesies mikroba menggunakan metode sekuensing gen 16S rRNA dan
MALDI-TOF MS. Ekstraksi senyawa bioaktif dilakukan melalui metode Ekstraksi
Cair-Cair (ECC) dengan pelarut etil asetat (1:1), kemudian dilakukan analisis kualitatif
kandungan metabolit postbiotik menggunakan KLT dengan dua sistem eluen:
EtOAc:MeOH (8:2) pada plat silika F60 dan MeOH:Air (9:1) pada plat RP-18.
Senyawa yang terdeteksi menunjukkan nilai Rf pada kisaran 0,28–0,86 dan diduga
termasuk golongan senyawa polar, seperti flavonoid glikosidik. Hasil identifikasi
molekuler menunjukkan perbedaan hasil: sekuensing 16S rRNA mengidentifikasi
isolat SA-4 sebagai Limosilactobacillus fermentum, sementara MALDI-TOF MS
mengidentifikasi sebagai Pediococcus pentosaceus. Perbedaan ini menegaskan
pentingnya pendekatan komplementer dalam identifikasi mikroorganisme fermentatif,
di mana 16S rRNA memberikan resolusi taksonomi berbasis filogenetik dan MALDITOF
MS menyajikan identifikasi cepat berbasis profil proteomik. Dalam kasus seperti
ini, sekuensing 16S rRNA lebih dipercaya jika dibandingkan dengan MALDI-TOF
MS. Hal ini dikarenakan pendekatan genomik lebih spesifik dibandikan dengan
pendekatan proteomik yang lebih besar cakupannya.
Kata kunci: Postbiotik, Kromatografi Lapis Tipis, 16S rRNA, MALDI-TOF MS
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biotechnology |
| Depositing User: | Yemima Laras Sekarsari |
| Date Deposited: | 19 Feb 2026 02:15 |
| Last Modified: | 19 Feb 2026 02:15 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45461 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
