Saharani, Widya Puspita (2024) Pengaruh Variasi Suhu Hidrotermal pada Sintesis Silika Mesopori sebagai Pengemban Katalis Ni-Cu/Silika Mesopori untuk Reaksi Hidrorengkah Minyak Jelantah menjadi Biofuel. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
01. Cover.pdf Download (87kB) |
|
|
Text
03. Halaman Pengesahan.pdf Download (208kB) |
|
|
Text
05. Daftar Isi.pdf Download (78kB) |
|
|
Text
09. Abstrak.pdf Download (66kB) |
|
|
Text
10. Pendahuluan.pdf Download (203kB) |
|
|
Text
15. Daftar Pustaka.pdf Download (221kB) |
Abstract
Keterbatasan akan cadangan minyak mentah dari bahan bakar fosil di Indonesia,
menciptakan masalah baru untuk memenuhi permintaan kebutuhan bahan bakar.
Keterbatasan akan bahan bakar ini dapat diupayakan dengan memanfaatkan
limbah minyak jelantah yang dikonversi menjadi biofuel. Biofuel dapat
dihasilkan melalui proses hidrorengkah dengan bantuan katalis Ni-Cu yang
diembankan pada silika mesopori untuk meningkatkan aktivitas dan selektivitas
hasil hidrorengkah. Silika mesopori yang disintesis dengan suhu hidrotermal
berbeda akan memberikan pengaruh terhadap porositas silika pada sintesis
katalis Ni-Cu/silika mesopori. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan
pengaruh variasi suhu hidrotermal pada sintesis silika mesopori, menentukan
karakterisasi hasil sintesis katalis Ni-Cu/silika mesopori, dan menentukan uji
aktivitas dan selektivitas katalis Ni-Cu/silika mesopori pada reaksi hidrorengkah
minyak jelantah menjadi biofuel. Silika mesopori disintesis menggunakan TEOS
sebagai sumber silika dan CTAB sebagai template dengan metode hidrotermal
yang divariasikan suhunya menjadi 100oC, 110oC, dan 120oC selama 24 jam dan
diuji dengan FTIR dan GSA. Katalis Ni-Cu/silika mesopori disintesis dan
dianalisis dengan FTIR dan XRD. Katalis diuji untuk reaksi hidrorengkah
minyak jelantah menjadi biofuel menggunakan GC-MS. Hasil FTIR
menunjukkan ketiga katalis terdapat situs asam Bronsted dan asam Lewis dengan
tingkat keasaman katalis tertinggi pada KH 120 sebesar 2,3045 mmol g-1.
Analisis XRD memperlihatkan puncak bidang kristal logam Ni pada
44,508o,51,847o, 76,372o dan logam Cu pada 43,473o. Uji GSA menunjukkan
luas permukaan pori silika paling besar dimiliki oleh silika SH 100 sebesar
159,687 m2 g-1. Berdasarkan hasil GC-MS menunjukkan aktivitas katalis paling
tinggi sebesar 55,60% dan selektivitas katalis tertinggi dimiliki oleh katalis KH
120 dengan komposisi produk gasolin 50,68%, kerosen 28,3%, diesel 15,81%.
Kata kunci: hidrotermal, katalis Ni-Cu, silika mesopori, biofuel
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 18 Feb 2026 07:05 |
| Last Modified: | 18 Feb 2026 07:05 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45401 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
